<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950</id><updated>2011-08-02T20:10:48.202-07:00</updated><category term='Pembangunan'/><category term='Motivasi'/><category term='Kerajinan'/><category term='Edukasi'/><category term='Teknologi'/><category term='Dinamika'/><category term='Sehat'/><category term='tokoh'/><category term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Info Sukowati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-7595033786964111254</id><published>2010-04-14T17:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T18:01:00.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>Bank Mini SMK Negeri 1 Sragen Dibesarkan dari Seribu Rupiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S8ZlGqhSbsI/AAAAAAAAAD8/AELrRuSonR4/s1600/21%2520Maret%252009,Bank%2520Mini.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460162763400834754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S8ZlGqhSbsI/AAAAAAAAAD8/AELrRuSonR4/s320/21%2520Maret%252009,Bank%2520Mini.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Uang seribu rupiah merupakan nilai yang tidak seberapa. Namun bila di kumpulkan dan dikelola secara bersama-sama akan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Contohnya di SMK Negeri 1 Sragen. Disini sejak awal tahun delapan puluhan silam telah didirikan sebuah bank mini.&lt;br /&gt;Saat memasuki ruangan Bank Mini yang terdapat dilingkungan SMK Negeri 1 Sragen seolah olah berada dilingkungan kantor Bank yang sesungguhnya. Disana seseorang dapat menyimpan ataupun mengambil uang, bahkan meminjam uang layaknya sebuah bank yang sesungguhnya. Disebut bank mini karena bank ini memang berukuran mini dan dikelola oleh para siswa di SMKN 1 Sragen ini sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suwarto,BA, Koordinator bank mini SMK Negeri 1 Sragen, saat ditemui menjelaskan, bank mini yang didirikan awal tahun delapan puluhan silam ini digunakan sebagai tempat praktek siswa SMK Negeri 1 Jurusan Akuntansi. Setiap harinya, empat orang siswa dari empat kelas di jurusan Akuntansi, secara bergantian bertugas di bank mini ini.&lt;br /&gt;Modal usaha bank mini berasal dari para siswa dan bantuan modal pihak sekolah. Para siswa yang telah tercatat sebagai nasabah di bank mini ini diperbolehkan mengajukan pinjaman. Namun pinjaman di atas Rp. 500.000 harus mengunakan jaminan pernyataan dari orang tua siswa. Suku bunga yang dikenakan sebesar 2 % per bulan untuk jenis pinjaman dan 0,75 % untuk jenis tabungan.&lt;br /&gt;Uniknya, tutup buku dan buka bukunya tidak diakhir dan di awal tahun. Namun pada akhir Juni dan pada awal Juli. Hal ini disesuaikan dengan awal tahun ajaran baru. Siswa baru yang diterima di sekolah ini diwajibkan untuk menabung di bank mini ini. Seribu rupiah perbulan yang wajib dibayarkan di awal tahun ajaran baru dirasa tidak akan memberatkan para siswa.&lt;br /&gt;Dari uang yang tidak seberapa tersebut, hingga saat ini jumlah modal yang dimiliki oleh bank mini ini sebesar Rp. 29 juta. Sementara uang yang beredar di debitur sebanyak Rp. 27 juta. Suwarto berharap, dengan dilibatkannya siswa dalam pengelolaan bank mini, diharapkan dapat memberikan bekal motivasi maupun keahlian siawa dalam pengelolaan uang dan ketrampilan perbankkan. “Setelah lulus kami harapkan siswa mempunyai bekal yang cukup mengenai cara yang baik dalam mengelola keuangan dan sedikit ilmu perbankan” Jelas Suwarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-7595033786964111254?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/7595033786964111254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/04/bank-mini-smk-negeri-1-sragen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7595033786964111254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7595033786964111254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/04/bank-mini-smk-negeri-1-sragen.html' title='Bank Mini SMK Negeri 1 Sragen Dibesarkan dari Seribu Rupiah'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S8ZlGqhSbsI/AAAAAAAAAD8/AELrRuSonR4/s72-c/21%2520Maret%252009,Bank%2520Mini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-9077669600852797201</id><published>2010-03-23T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T00:00:53.508-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>Sragen menerima Augerah Sikompak 2010</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;JAKARTA&lt;/B&gt; - Setelah beberapa waktu lalu menerima penghargaan Paramadina Award, kali ini Kabupaten Sragen kembali menorehkan prestasi. Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)  Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen terpilih sebagai penerima Anugerah Sikompak 2010.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anugerah Sikompak merupakan penghargaan tertinggi Pemerintah RI kepada insan pemberdayaan masyarakat  yang memiliki dedikasi tinggi dan mempunyai kinerja terbaik dalam memfasilitasi masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anugerah Sikompak 2010 yang pertama kali diterima ini, diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan diterima oleh Ketua UPK Kecamatan Kalijambe, Adi Penawan, SE, bertempat di Puri Agung Hall Hotel Sahid Jaya Jakarta, 24 Maret 2010. Pada kesempatan yang sama, Bupati Sragen H.Untung Wiyono juga menerima Penghargaan Tertinggi sebagai Pembina UPK Terbaik tingkat Nasional. Penyerahan penghargaan disaksikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri oleh seluruh Gubernur, Bupati dan Ketua DPRD se-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penganugerahan penghargaan ini dimulai dengan proses penilaian langsung kepada UPK Kalijambe Kab.Sragen yang dilakukan pada awal bulan Maret 2010 ini oleh Tim Penilai Anugerah Sikompak 2010. Ada enam kriteria yang menjadi dasar penilaian, yakni, Pertama, Pengelolaan dana bergulir. Kedua Tingkat pasrtisipasi masyarakat. Ketiga kegiatan pemberdayaan Masyarakat. Keempat, managemen UPK. Kelima, pelestarian program dan keenam, sarana dan prasarana kantor UPK.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dijelaskan oleh kepala Badan KB dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Drs. Sarwaka MM, yang ikut mendampingi Bupati Sragen Sragen pada acara tersebut, UPK Kalijambe terbukti mampu mengelola dana dari PNPM Mandiri dengan baik. Dana yang dikelola oleh IPK Kalijambe yang diterima sejak tahun 2003 lalu tersebut mampu untuk menggerakkan unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa. Unit-unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa tersebut antara lain bergerak dibidang percetakan, pertukangan / mebeler, konveksi, pertanian dan lain sebagainya. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membantu kegiatan sosial, yakni bantuan kepada korban bencana alam, bantuan kepada masyarakat miskin, bantuan kepada ibu hamil dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selain Kabupaten Sragen, ada dua kabupaten lainnya yang menerima penghargaan. Diantaranya,  Kabupaten Bantul, menerima penghargaan terbaik sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai Tim Pengelola dan Pemelihara Prasarana (TP3). (N.Hartono– Humas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-9077669600852797201?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/9077669600852797201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/sragen-menerima-augerah-sikompak-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9077669600852797201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9077669600852797201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/sragen-menerima-augerah-sikompak-2010.html' title='Sragen menerima Augerah Sikompak 2010'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-3182929921850302060</id><published>2010-03-23T19:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T20:16:21.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>TAMPIL UNGGUL DENGAN PERBANYAK SMK</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Dunia pendidikan menorehkan tinta emas dalam lembaran Refleksi tahun 2009 di Kabupaten Sragen. Diresmikannya Tekhnopark Ganesha Sukowati oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir Juni lalu, sekolah internasional dan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tiap kecamatan, menjadi catatan membanggakan. Pemkab serius menggarap produk-produk yang mengarah pada pengingkatan kualitas sumberdaya manusia, karena hal ini adalah bekal menghadapi kompetisi global.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah Kabupaten Sragen telah menetapkan tiga Bidang yang menjadi Fokus Pembangunan Daerah yakni Bidang Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan. Pendekatan dalam Bidang Pendidikan, Pemkab Sragen berupaya  meningkatkan kualitas pendidikan formal dan pendidikan non formal (ketrampilan) agar dapat mendorong terciptanya peluang kerja. Ketiga bidang tersebut saling mempengaruhi dan saling mendukung, dengan catatan tidak berarti mengesampingkan bidang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Di prioritaskannya Bidang Pendidikan merupakan keseriusan Pemkab Sragen dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas dan memiliki daya saing. Untuk itu dalam kurikulum pendidikan di Kabupaten Sragen, seluruh siswa dibekali berbagai ketrampilan Life Skill, kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan mengoperasikan komputer, pelajaran bela negara dan pelajaran budi pekerti. Harapannya, setelah mereka lulus, akan menjadi manusia yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memiliki budi pekerti yang baik.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Keseriusan Pemkab Sragen dalam memajukan bidang pendidikan juga diwujudkan dengan didirikannya Sekolah Menengah Kejuruan di setiap kecamatan diseluruh Kabupaten Sragen. Hingga saat ini dikabupaten Sragen setidaknya telah berdiri 72 SMK dan MA, jumlah yang banyak untuk setingkat daerah kabupaten. Maka tak mengherankan bila siswa SMK memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan siswa SMA, siswa SMK memiliki jumlah yang jauh lebih besar, yakni 10.687 banding 18.008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membentuk SDM Unggul dan Berkualitas&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yang dimaksud  SDM berkualitas adalah SDM yang menguasai IPTEK, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan  sehat jasmani dan rohani dan memiliki etos kerja tinggi, sehat, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Karena itu Kabupaten Sragen berupaya keras untuk  mewujudkan rakyat yang unggul, produktif, dan sejahtera lahir batin. Upaya tersebut tidak lain adalah merupakan upaya yang sangat tepat oleh karena di dalamnya terkandung unsur-unsur responsif terkait situasi kondisi dan kebutuhan Sragen, bijak terkait dengan ketepatan pilihan upaya, dan pintar terkait dengan tingkat pemahaman persoalan dan pilihan upaya pengatasan. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melalui  grand strategi Membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing seperti tersebut diatas dapat dijabarkan dengan upaya-upaya sbb   :&lt;br&gt;&lt;br /&gt;a. Setiap anak usia sekolah menyelesaikan pendidikan minimal SMA atau sederajat.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;b. Lulusan SMA atau sederajat mampu berbahasa inggris, computer, berwirausaha dan berbudi pekerti luhur&lt;br&gt;&lt;br /&gt;c. Setiap lulusan sentra pelatihan industri dan sentra produksi memiliki keahlian khusus, bersertifikasi dan siap kerja&lt;br&gt;&lt;br /&gt;d. Setiap aparatur kompeten dalam penyelenggaraan kepemerintahan berbasis kinerja&lt;br&gt;&lt;br /&gt;e. Masyarakat usia produktif menjadi profesional atau wirausaha sesuai keahliannya&lt;br&gt;&lt;br /&gt;f. Setiap masyarakat menghargai kemajemukan, berperilaku santun dan mengamalkan nilai religius.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekolah Internasional&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sedangkan untuk meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan,  pemerintah Kabupaten sragen telah mendirikan TK/SD bertaraf internasional, perintisan sekolah bertaraf internasional. Saat ini di kabupaten Sragen telah berdiri dua buah sekolah bertaraf internasional , yaitu : SBI Kroya dan SMP serta SMA Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) di kecamatan Gemolong. Pembangunan SBBS  tersebut merupakan  kerja sama pemkab. Sragen  dengan Pasiad Turki. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;SMP &amp; SMA Negeri SBBS (Sragen Bilingual Boarding School) adalah sekolah unggulan bertaraf Internasional yang didirikan atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sragen dengan Asosiasi PASIAD – TURKI. PASIAD – TURKI (Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association) adalah suatu lembaga yang telah berpengalaman di dunia Pendidikan dengan kesuksesannya di berbagai sekolah di seluruh dunia terutama di negara – negara Asia – Pasifik dan beberapa di Amerika, Eropa dan Australia. Dengan perpaduan sistem pendidikan negeri setempat, sekolah – sekolah kerjasama PASIAD menduduki ranking teratas dengan memenangkan Olimpiade - olimpiade Internasional di bidang Sains, Matematika dan Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan membangun sekolah internasional tersebut Pemerintah Kabupaten Sragen sesuai visi Sragen Smart Regency telah meletakkan fondasi pembangunan menuju Indonesia baru dengan melalui pendidikan yang berwawasan internasional dan berahlak mulia untuk generasi bangsa dari berbagai etnis, ras dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangun Pondasi Moral&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sejak menjadi orang nomor satu di Pemkab. Sragen,  Bupati H. Untung Wiyono telah menegaskan pentingnya pendidikan bela negara bagi generasi muda. Bupati menceritakan bagaimana bangsa lain berusaha memecah belah Indonesia sejak jaman penjajahan. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang besar karena Indonesia memiliki potensi untuk itu dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pendidikan diberikan sejak dini kepada pelajar karena mereka adalah harapan masa depan bangsa kita. Dengan bekal pendidikan bela negara akan menimbulkan rasa cinta bangsa dan negara sehingga ketahanan nasional akan tangguh. Dengan modal itu akan menjadikan kita sebagai Bangsa yang memiliki ketahanan nasional tangguh sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain.(N.Hart) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-3182929921850302060?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/3182929921850302060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/tampil-unggul-dengan-perbanyak-smk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3182929921850302060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3182929921850302060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/tampil-unggul-dengan-perbanyak-smk.html' title='TAMPIL UNGGUL DENGAN PERBANYAK SMK'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-1760002027738300169</id><published>2010-03-23T19:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T19:10:34.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>INOVASI DAN KREATIVITAS PEMKAB  SRAGEN DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERDAGANGAN</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Pemerintah kabupaten Sragen telah menerapkan tiga pilar penting dalam pembangunan kabupaten ini, yakni di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga pilar tersebut sangat mempengaruhi satu sama lainnya. Selain itu, masing-masing sektor tersebut menunjang terciptanya kesejahteraan masyarakat Sragen. Seperti di bidang ekonomi, pemerintah kabupaten (pemkab) Sragen telah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program - programnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dibidang perdagangan berbagai inovasi juga telah dilakukan pemkab. Sragen diantaranya dengan melakukan ekspor beras ke Timur Tengah. Pelepasan ekspor perdana beras ke Timur Tengah  dilaksanakan pada  tanggal 23 Desember 2009 lalu oleh Bupati Untung wiyono yang disaksikan jajaran satker terkait.&lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam ekspor perdana tersebut sebanyak 42 ton beras premium broken 5% jenis IR 64 produk Sragen diekspor ke Qatar dan Abu Dhabi. Dua container beras kualitas tinggi itu merupakan hasil  produksi pertanian kabupaten  Sragen. Keberhasilan menembus pangsa eksport ke timur Tengah tersebut tak lepas dari inovasi dan kreatifitas yang di laksanakan Sragen Trading (Gentrade). Pemerintah Kabupaten Sragen  saat ini telah mengembangkan potensi perdagangan untuk mengahadapi kompetisi di pasar global. Semua barang yang diekspor haruslah lolos quality control dengan cermat, serta tidak boleh cacat sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;”Gentrade harus selalu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi perdagangan di Sragen. Langkah-langkah strategis harus diambil, untuk menghadapi kompetisi di pasar global. Semua barang yang diekspor harus lolos quality control dengan cermat, tidak boleh ada cacat sedikitpun, karena akibatnya bisa fatal. Sragen harus menjaga produknya, sesuai standart mutu yang telah ditetapkan” kata Bupati Sragen, H. Untung Wiyono .&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selain itu, di tahun yang sama  pemkab Sragen kembali membuat terobosan. Beras petani di Sragen sudah siap untuk go internasional atau diekspor. Kuota ekspor yang diminta tidak main-main, yakni kira-kira mencapai 11.000 ton, yang terdiri dari 1.000 ton beras organik, 2.000 ton beras mentik wangi dan 8 .000 ton beras IR 64 kualitas super. “Kuota yang kami minta ke Bulog sebesar 11.000 ton karena ekspor beras harus satu pintu lewat Bulog”,  ungkap Staf khusus Bupati Sragen bidang pengembangan ekonomi dan UKM, Musdiman, SE, MM.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Musdiman menambahkan untuk beras organic,  buyer yang sudah pasti adalah Jepang, sementara untuk beras super lainnya direncanakan akan diekspor ke Malaysia. Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian  dan Ketahanan Pangan kabupaten Sragen Ir. A. Haryoto WA, MM. Menurut Ir. Haryoto kualitas beras Sragen sudah masuk standar internasional dan siap untuk diekspor. Bahkan untuk beras organik, kini sudah mendapatkan sertifikat organik dari balai sertifikasi yang ditunjuk Departemen Pertanian  dan Sucofindo. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Program go organic yang telah dicanangkan Bupati Sragen sejak tahun 2001, kini telah menuai hasil. Beras organik Sragen sudah dilirik olehpara  buyer asing,  Pada saat  kabupaten lain belum mencanangkan program tersebut, bisa dikatakan Sragenlah  yang pertama kali mengibarkan bendera beras organik,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Drs. Suharyamto,MM. Sentra padi organik Kabupaten  Sragen adalah di Kecamatan Tanon, Sidoharjo, Gondang, Sambirejo, Masaran, Karang malang dan Sambirejo. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara, tahun ini atas kreativitas dan inovasi Bupati Sragen, pemerintah Kabupaten Sragen telah  melakukan satu lagi langkah jeli untuk menjalankan bisnis perdagangan di pasar global, yakni mengkaji pembuatan rice oil dengan Jepang. Di Jepang, minyak goreng yang terbuat dari kulit beras ini sangat laku dijual karena minyak ini tidak mengandung kolesterol. Awal tahun inipun, masyarakat di kaupaten  Sragen dianjurkan untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian dalam menjadikan produk lokal sebagai sarana untuk bangkit dan mencapai kemakmuran .&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seperti yang diutarakan oleh Bupati Sragen, H.Untung Wiyono saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Hallo Wargaku di RRI Surakarta. “Yang penting adalah komitmen bersama untuk lebih peduli memakai, menggunakan dan memproduksi barang yang berbahan dari produk lokal. Tekad untuk menggunakan produk lokal harus dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusianya. Yang penting adalah optimisme untuk merobah pola pikir, dari gaya hidup santai menjadi seorang entrepeneur yang mempunyai kegigihan didalam mencapai taraf hidup yang lebih baik” jelas Bupati Sragen, H. Untung Wiyono.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seluruh masyarakat di kabupaten  Sragen haruslah peduli dan mau menggunakan produk lokal yang akan membantu pertumbuhan home industri atau usaha kecil dan menengah yang bergerak dibidang produksi produk-produk lokal.  Kabupaten Sragen sesungguhnya mempunyai sumber daya alam yang bisa diolah menjadi produk unggulan yang bisa menembus pasar dunia, misalnya beras organik, usaha kecil yang bergerak dalam produksi batik, dll.. Pemerintah pusat telah memberikan peluang untuk mengeksport beras organik. Kesempatan ini, menurut Bupati harus digunakan sebasar-besarnya untuk mendorong peningkatkan kesejahteraan petani. Begitu juga dengan  produksi batik di Kabupaten Sragen. Jumlah pengrajin selalu meningkat setiap tahunnya. Itu berarti terjadi penyerapan tenaga kerja di sektor usaha batik secara  besar-besaran.  Hal ini merupakan salah satu dampak dari gencarnya kampanye penggunakan produk lokal oleh pemkab Sragen. Hal tersebut  merupakan salah satu bukti kecil bahwa kepedulian untuk memakai produk lokal akan dapat menguatkan ekonomi lokal. (dyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-1760002027738300169?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/1760002027738300169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/inovasi-dan-kreativitas-pemkab-sragen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/1760002027738300169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/1760002027738300169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/inovasi-dan-kreativitas-pemkab-sragen.html' title='INOVASI DAN KREATIVITAS PEMKAB  SRAGEN DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERDAGANGAN'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-8198094253933588342</id><published>2010-03-23T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:57:04.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>KEMAJUAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DAN PELATIHAN  TAHUN  2009</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Tahun 2009 mencatatkan sejarah baru dalam dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Sragen. Di resmikannya Balai Latihan Kerja dengan teknologi tinggi (high technology zone) Sasana Ganesha Sukowati langsung oleh Presiden R.I Susilo Bambang Yudoyhono pada 30 Juni 2009, merupakan bukti upaya  Pemkab Sragen mengatasi problema ketenagakerjaan dengan mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten. Pelatihan peningkatan keterampilan yang didukung oleh sarana teknologi tinggi, dapat menjawab kebutuhan masyarakat, tak hanya akan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hal ini tentunya sangat efektif  mengatasi masalah ketenagakerjaan yang merupakan masalah krusial di Indonesia. Pengangguran yang jumlahnya terus meningkat merupakan pekerjaan rumah  bagi pemerintah. Untuk meningkatkan kualitas keterampilan  dan daya saing para pencari kerja,  Kabupaten Sragen pun tidak berdiam diri. Konsekuensi logisnya, keterampilan yang meningkat, akan meningkatkan kualitas pekerjaan. Kualitas kerja bagus, akan menghasilkan nilai tambah, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Visi “Sragen Smart Regency” pun diwujudkan dengan menjadikan sumber daya manusia Sragen menjadi cerdas dan berkualitas agar mampu berdaya guna. Untuk itu Kabupaten Sragen terus berupaya meningkatkan ketrampilan dan mengembangkan produktifitas tenaga kerja baik di swasta, instansi pemerintah maupun masyarakat luas. Berikut kemajuan dan langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Sragen selama rentang waktu tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PEMBANGUNAN TECHNOPARK SASANA GANESHA SUKOWATI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Salah satu proyek prestisius yang dilakukan Pemkab Sragen pada kurun waktu 2009 adalah pembangunan balai latihan kerja (BLK) Technopark Sasana Ganesa Sukowati. Technopark didirikan dengan tujuan menetapkan dan mengimplementasikan Research and Development (R&amp;D), pelatihan, mengembangkan kemandirian maupun kerjasama untuk meningkatkan keahlian, tenaga kerja, produk, dan pelayanan yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Sragen. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Zona High Technology yang di resmikan langsung oleh Presiden SBY pada 30 Juni 2009 ini berdiri di atas areal 20 Ha milik pemerintah Kabupaten Sragen di Jalan Dr Sutomo Sragen. Diharapkan BLK ini bisa menjadi wadah kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan menjalankan fungsi One Stop Service Labor Market (OSSLM).   &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jenis pelatihan yang ada di Technopark diantaranya Teknologi Pengelasan (Welding Technology), Teknologi Otomotif (Auto Mobile Technology), Listrik Industri dan Elektronika industri (Industrial Electrical and Industrial Electronic), Garment , Teknologi Informasi (Information Technology), Teknologi Mekanik untuk Fabrikasi (Technology Mechanic for Fabrication), Kontruksi (Construction)  yang dilengkapi juga dengan Pusat Pelatihan Bahasa (International Language Centre) dan laboratorium berteknologi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lulusan lembaga pelatihan Technopark memiliki keistimewaan yaitu tiap tiap peserta pelatihan akan dibekali dengan kompetensi tambahan Komputer dan Bahasa Inggris yang termasuk dalam paket jam belajar, serta sertifikasi dari badan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Pendidikan) yang telah diakui Nasional bahkan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PELATIHAN-PELATIHAN DI TECHNOPARK SELAMA 2009&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Program Pelatihan Kejuruan Gratis&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan bagi lulusan SMA, SMK, MA atau sederajat semua angkatan. Program pelatihan tersebut terdiri dari delapan kejuruan yang meliputi 18 paket pelatihan. Delapan kejuruan tersebut antara lain: otomotif mobil, otomotif sepeda motor, elektro arus kuat, elektro arus lemah, bordir komputer, teknik pemesinan, teknik pengelasan, dan technical drawing (Auto CAD).  Program ini dimulai pada 26 Oktober 2009. Tiap paket pelatihan berdurasi 240 jam efektif. Jumlah peserta latih dibatasi hanya 288 siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Training of Trainers&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini berlangsung dua gelombang . Gelombang I tanggal 27 Juli hingga 1 Agustus 2009 sedangkan gelombang II akan berlangsung tanggal 3 – 8 Agustus dengan jumlah peserta 25 orang yang terdiri dari kepala sekolah se-Kabupaten Sragen. Training yang berlangsung selama 6 hari ini diisi oleh trainer-trainer handal dibidangnya. Antara lain Bupati Sragen H. Untung Wiyono, COO Sragen Technopark Vince Gowan, Prof. Trisno Martono dan Prof. Furqon Hidayatullah dari Universitas Sebelas Maret serta Prof. Slamet dari Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;KIOS THREE IN ONE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kios 3 in 1 direncanakan akan menjadi bursa kerja terbesar di Indonesia. Bangunan yang terletak satu kompleks dengan Technopark ini akan melayani kebutuhan pencari kerja dengan lengkap  dan tuntas. Dalam artian, seorang pencari kerja yang belum memiliki ketrampilan yang cukup akan di beri bekal pelatihan technologi tinggi terlebih dahulu di Tecknopark Ganesha Sukowati. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setelah lulus, akan ditempatkan ke perusahaan yang membutuhkan. Intinya, Program Three in One adalah kebijakan yang mengintegrasikan pelatihan, sertifikasi dan penempatan calon tenaga kerja. Aplikasi yang terus dikembangkan Depnakertrans untuk kios three in one ini merupakan paket program komputer berbasis web/internet. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam sistem manajemen pengelolaan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja dan masyarakat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PELATIHAN KEJURUAN DI BADAN DIKLAT KABUPATEN SRAGEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selain pelatihan berteknologi tinggi di Sasana Ganesha Sukowati, Kabupaten Sragen juga memiliki sarana pelatihan keterampilan yang ditujukan bagi masyarakat umum. Hingga kurun waktu 2009, Badan Diklat Kab. Sragen telah meluluskan 7994 peserta pelatihan keterampilan yang meliputi pelatihan Garment Dasar, Garmen Lanjutan, Mobil Bensin, Sepeda Motor, Setir Mobil, Las Listrik, Op Komputer, Produksi Mebel, Bordir, Menjahit, Salon Kecantikan, Setir Mobil, Kerajinan Tas, Mebelair, Prosessing HSP, Sepeda Motor, Menjahit, Las. &lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tujuan dari didirikannya Badan Diklat adalah untuk kegiatan formal dan nonformal yang berijasah dan bersertifikat.  Badan Diklat Kabupaten Sragen secara konsisten meningkatkan kualitas sumberdaya manusia unggul yaitu sumberdaya manusia masyarakat usia produktif yang mandiri atau bekerja secara professional dan aparatur pemerintah yang mampu berprestasi dalam bidang tugasnya. (Ryan - Humas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-8198094253933588342?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/8198094253933588342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/kemajuan-bidang-ketenagakerjaan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/8198094253933588342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/8198094253933588342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/kemajuan-bidang-ketenagakerjaan-dan.html' title='KEMAJUAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DAN PELATIHAN  TAHUN  2009'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-2223616005236562121</id><published>2010-03-23T18:27:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:28:12.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>DINAS  PARSENBUDPOR  SUKSES TARIK WISATAWAN KE SRAGEN</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Sektor kepariwisataan di Kabupaten Sragen mempunyai prospek yang menjanjikan. Untuk itu dalam pengembangan dan pemanfaatannya diperlukan adanya campur tangan dari pemerintah, Stakeholder terkait dan pelaku usaha wisata secara fokus dan optimal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apalagi dengan kondisi geografis Kabupaten Sragen yang terbelah menjadi dua wilayah Yaitu Wilayah utara dan selatan sungai terpanjang di pulau jawa yaitu sungai “ Bengawan Solo “ yang bermuara hingga ke Jawa Timur. Membuat kabupaten yang dikenal dengan sebutan bumi sukowati ini memiliki banyak tersimpan cerita sejarah dan  peradaban manusia zaman prasejarah hingga modern serta kebudayaan masyarakat sekitar yang &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Potensi kepariwisataan Kabupaten Sragen antara lain: OW. Musium purbakala Sangiran, OW. Waduk kedungombo, OW Ritual makam pangeran Samudro di Gunung Kemukus,OW. Kolam renang Kartika, OW. PAP. Bayanan, OW. Desa Wisata Batik Kliwonan, OW. Dayu Alam Asri, Technopark Ganesa Sukowati. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berbagai obyek wisata tersebut  telah mampu  memberikan sumbangan kepada PADS Kabupaten Sragen Tahun 2009 sebesar Rp. 465.000.000,- dan untuk target tahun 2010 sebesar Rp. 492.500.000,- atau naik sebesar 5,91 %. Sumbangan terhadap PAD masih dapat ditingkatkan, melalui pengelolaan ODTW, Pengkayaan daya tarik produk dan peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setelah sukses menyelenggarakan berbagai event di tahun 2009, Dinas Pariwisata seni Budaya pemuda dan Olahraga kabupaten Sragen kembali mewarnai tahun 2010 dengan program Visit Sragen 2010. Berbagai persiapan telah disiapkan untuk menyongsong event tersebut.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Strategi dan upaya yang  di tempuh untuk dapat mengoptimalkan daya tarik wisata dalam rangka peningkatkan Pendapatan Asli Daerah  kab. Sragen meliputi :&lt;br&gt;&lt;br /&gt;1.  Pembenahan Objek Daya Tarik Wisata &lt;br&gt;&lt;br /&gt; Perkembangan zaman memunculkan inovasi baru tanpa terkecuali Pembenahan Objek Daya Tarik Wisata yang sudah ada, Peninjauan kembali berbagai peraturan daerah yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang menunjang kepariwisataan dan juga kelengkapan sarana wisata yang modern memungkinkan dapat berkunjung ke tempat tempat wisata   &lt;br&gt;&lt;br /&gt;2. Menggelar  berbagai Even pada saat tertentu&lt;br&gt;&lt;br /&gt; Momen liburan merupakan waktu yang tepat menggelar  berbagai Even atau acara yang menghibur di antaranya dengan penyelenggaraan permainan Lomba atau pun festival musik yang dapat menarik pengunjung pada berbagai sekmen kelompok masyarakat. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;3. Kebersihan dan keteduhan Objek Daya Tarik Wisata &lt;br&gt;&lt;br /&gt; Sarana tempat wisata yang bersih, taduh dan nyaman merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk menikmati momen liburan tanpa adanya perasaan terganggu. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;4. Pelayanan Prima&lt;br&gt;&lt;br /&gt; Konsumen berhak mendapatkan Pelayanan yang prima sehingga dapat merasakan kepuasan lebih. Pelayanan prima memberikan citra yang sangat positif terhadap perkembangan  Objek Daya Tarik Wisata yang ada, Pelayanan prima dalam anggapan konsumen yang lain memberi pengetahuan tentang nilai lebih yang akan dia terima bila berkunjung ke Sragen.    &lt;br&gt;&lt;br /&gt;5. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar&lt;br&gt;&lt;br /&gt; Keterlibatan Masyarakat sekitar untuk meramaikan tempat wisata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar Objek Daya Tarik Wisata. Berbagai bentuk peran serta masyarakat harus disertai dengan pemahaman objek wisata yang ada secara lebih mendalam melalui pelatihan, seminar, Study banding dan lain lain. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-2223616005236562121?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/2223616005236562121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/dinas-parsenbudpor-sukses-tarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/2223616005236562121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/2223616005236562121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/dinas-parsenbudpor-sukses-tarik.html' title='DINAS  PARSENBUDPOR  SUKSES TARIK WISATAWAN KE SRAGEN'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-9213334583880888803</id><published>2010-03-23T18:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:24:27.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>SRAGEN GUDANGNYA PRESTASI DI BIDANG KESEHATAN</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Prestasi Kabupaten Sragen Jawa Tengah di bidang kesehatan termasuk luar biasa. Tak heran kalau banyak orang menyebutnya kota innovator dan gudangnya penghargaan dalam hal kesehatan. Sebutan ini tidak terlalu berlebihan,  mengingat 3 bidang yang menjadi prioritas pemerintah Kabupaen Sragen dibawah kepemimpinan  Bupati Untung Wiyono adalah  bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Apalagi didukung oleh masyarakat Sragen yang kian sadar bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Keberhasilan pembangunan dibidang kebersihan tersebut telah mengantarkan Kabupaten  Sragen sebagai kabupaten peraih Adipura sebanyak 6 kali berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kabupaten Sragen yang memiliki visi sebagai Smart Regency tengah berusaha membenahi diri demi tercapainya pembangunan Kesehatan Indonesia sehat 2010. Tugas ini kian bertambah karena saat ini Sragen telah ditetapkan menjadi Kabupaten Sehat. Penghargaan yang diterima yakni Swasti Saba Padapa, pemberian penghargaan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada setiap 12 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Sragen Kabupaten Sehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kabupaten sehat adalah suatu kondisi kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berdasarkan keputusan Menteri kesehatan RI nomor: 984/Menkes/SK/XI/2009 Sragen terpilih bersama 19 kabupaten lainnya, dikarenakan Sragen memenuhi 4 tatanan yaitu: kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan sosial yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dr dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Penghargaan  diterim oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dr.H.Joko Irnugroho, M.Kes mewakili bupati Sragen&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Setiap 2 tahun sekali Departemen Kesehatan memberikan penghargaan kepada kabupaten/ kota yang dianggap memenuhi kriteria sehat. Ini merupakan penghargaan yang pertama kali diterima Sragen,” ungkap Joko Irnugroho.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Joko menjelaskan, Sragen dinilai sehat karena udara dan air sungai bersih, tersedia penyediaan air minum yang bersih, kendaraan bermotor memenuhi syarat emisi, pembuangan limbah domestik yang terorganisir, pelayanan angkutan umum yang tertib lalu lintas, ketersediaan intensifikasi pertanian dan pola tanam organic dan masyarakat Sragen sudah sadar perilaku hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menurutnya keberhasilan ini atas kerjasama pemerintah bersama dukungan masyarakat yang masuk dalam forum kategori sehat. Forum yang didirikan sejak tahun 2005 ini beranggotakan tokoh masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Berbagai Prestasi Diraih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam bidang kesehatan Kabupaten Sragen memang telah banyak menorehkan prestasi baik di Tingkat Nasional maupun Propinsi, beberapa yang telah diraih di tahun 2009 adalah: RSUD Sragen nominator Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak, Posyandu pecahkan rekor Museum rekor Indonesia (MURI), pemenang lomba balita sehat tingkat Jawa Tengah, dan Puskesmas Kedawung II menuju pelayanan ISO 9001: 2000 standar mutu manajemen (SMM) dan standar oeprasi prosedur. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penghargaan Pakarti Utama Sebagai Pelaksana Terbaik Lomba Bersih Sehat Tingkat Nasional Tahun 2007, Ksatria Bhakti Husada Tingkat Nasional Tahun 2008, Manggala Bhakti Husada Tingkat Nasional Tahun 2008, Lomba Sehat Sekolah Tingkat Propinsi tahun 2007, dan beberapa prestasi membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pelayanan kesehatan dari Puskesmas terhadap penduduk secara keseluruhan sangat memuaskan dari jumlah penduduk yang ada. Pelayanan imunisasi pada bayi mendapatkan respon yangs angat memuaskan dengan adanya pelayanan pada Puskesmas, Pustu, Polindes, POS, Puskesling dan Posyandu.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Perilaku sehat dilaksanakan melalui Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku sehat juag merupakan salah satu pilar untuk mencapai Indonesia sehat 2010, dengan target yang telah ditetapkan untuk rumah tangga sehat adalah sebesar 65%,” ungkap Kabid Promosi Kesehatan dan Kemitraan Keluarga  Fanni Fandani, SKM M. Kes.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Fanni menambahkan sasaran yang ingin dicapai di bidang kesehatan  adalah meningkatnya angka harapan hidup dan makin menurunnya angka kematian ibu dan bayi.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam mengelola kawasan pemukiman, upaya yang dilakukan adalah penataan lingkungan pemukiman, posyandu, pemugaran rumah keluarga miskin, dan korban bencana, penataan lingkungan pedesaan, revitalisasi posyandu, pembuatan saluran pembuangan air limbah rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara dalam mengelola sarana dan prasarana umum dilakukan jambanisasi, pengelolaan sampah, hutan kota, pasar, terobosan e-medis, penyediaan sarana olahraga dan tempat bermain. Upaya jambanisasi dilakukan dengan memberikan bantuan kloset dan semen bagi keluarga miskin. Ada juga pengelolaan sampah terpadu, baik sampah organic maupun anorganik, yakni dengan pemilahan, daur ulang dan pembuangan akhir. ( Rin-Humas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-9213334583880888803?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/9213334583880888803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/sragen-gudangnya-prestasi-di-bidang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9213334583880888803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9213334583880888803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/sragen-gudangnya-prestasi-di-bidang.html' title='SRAGEN GUDANGNYA PRESTASI DI BIDANG KESEHATAN'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-185267846462801449</id><published>2010-03-23T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:20:37.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><title type='text'>HIJAUKAN LAHAN DENGAN PROGRAM ONE MAN ONE THREE</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Laju kerusakan hutan di Indonesia tidak seimbang dengan kemampuan pemerintah untuk merehabilitasi hutan. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah  kabupaten Sragen melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi  guna kepentingan masyarakat Kabupaten  Sragen.  Salah Satu terobosan yang dilaksanakan  Dishutbun adalah program one man one tree yakni suatu program untuk menghijaukan lahan yang kosong yang dilaksanakan  dengan cara setiap orang menanam satu batang pohon. Melalui  program ini masyarakat diminta kesadarannya untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan tempat tinggal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menurut Kabid Perlindungan Rehabilitasi dan Konservasi Dishutbun, Ir. Agus Purwanto program one man one tree ini merupakan suatu perwujudan dari kepedulian pemerintah untuk menghijaukan lahan kosong dan pembenahan erosi jalan. “ Program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah Kab.Sragen untuk menghijaukan lahan kosong dan fungsinya juga untuk pembenahan erosi jalan. Bahkan,  Dishutbun menyiapkan bibit tanaman seperti bibit pohon jati, mahoni, kepoh, gayam serta nyamplung,  trembesi, dan gembilina. Bibit –bibit tanaman tersebut diperoleh secara gratis dengan diketahui oleh Kepala Desa serta PPL” kata Ir. Agus Purwanto. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Sragen, Ir.Wakidi,MM mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dari berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon. “Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon. Selain itu juga untuk mengurangi dampak pemanasan global untuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih”, kata Ir. Wakidi&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk melaksanakan program one man one tree tersebut, pada  tanggal 14 Desember 2009 lalu telah dilaksanakan  gerakan penanaman pohon yang berlokasi di Hutan Suaka Margasatwa Tunggangan Desa Jertis, Kecamatan Sambirejo. Selain penanaman pohon di Hutan Desa Jetis juga akan dilaksanakan penanaman pohon di 20 kecamatan. Lahan yang akan ditanami antara lain pekarangan, halaman kantor, sekolah, lingkungan mata air, tebing sungai serta hutan kota. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebelumnya, pada tanggal 9 Oktober 2009 Dishutbun juga ikut ambil bagian dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2009  Kabupaten Sragen yang  mengambil lokasi di Desa Jati Kecamatan Sumberlawang. Dalam kegiatan TMMD tahap II yang dilakukan selama 21 hari itu, Dishutbun ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam kesehatan lingkungan desa  dengan melaksanakan dropping bibit.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Karena dinilai sukses dalam pelaksanaan program-programnya, pada tahun 2009 Dishutbun Kabupaten Sragen  mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam lomba Kabupaten Peduli Kehutanan Tingkat Nasional tahun 2009. Dalam lomba ini, obyek yang dinilai antara lain hutan rakyat swadaya, embung, demplot, sentra industri berbahan baku hasil hutan dan perkebunan. Seperti industri mebel di Kecamatan Kalijambe, pengolahan sampah organic,  pembuatan emping garut di Kecamatan Gesi, dan produk unggulan hasil perkebunan buah naga, garut dan rosella. (dyah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-185267846462801449?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/185267846462801449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/hijaukan-lahan-dengan-program-one-man_1199.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/185267846462801449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/185267846462801449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/03/hijaukan-lahan-dengan-program-one-man_1199.html' title='HIJAUKAN LAHAN DENGAN PROGRAM ONE MAN ONE THREE'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-1972532354058997007</id><published>2010-01-08T17:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T18:12:14.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajinan'/><title type='text'>H.M.Muslich dan Kerajinan Cangkang Telur  : “MENGUBAH LIMBAH MENJADI BERKAH”</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S0flvbq7G2I/AAAAAAAAADg/PyCsNktewD0/s1600-h/Edit.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S0flvbq7G2I/AAAAAAAAADg/PyCsNktewD0/s200/Edit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424556879235455842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Pernahkah terbayang limbah cangkang telur yang keras dapat menjelma menjadi barang indah bernilai seni? Ditangan seorang pensiunan PNS Pemkab Sragen H.M Muslich cangkang telur ini dapat berdaya guna menjadi souvenir beraneka rupa yang indah sebagai pajangan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ide awal menekuni usaha souvenir ini dimulai sejak tahun 2002 lalu. Menjalani rutinitas sebagai pensiunan yang tidak banyak aktifitas membuatnya merasa bosan. Pada suatu hari terinspirasi dari acara di TV yang menayangkan kerajinan telur, ia berinisiatif untuk mencoba memulai berkreasi dengan cangkang telur. Material yang digunakan berupa segala macam kulit telur. Dari kulit telur ayam, telur bebek, telur burung puyuh hingga telur ayam kampong. Masing masing telur memiliki keistimewaan sendiri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak mudah memulai usaha ini. Namun bapak tiga anak ini berprinsip jika ada kemauan pasti ada kemampuan. “Sekitar dua bulan saya mencoba trial and error, hingga pada akhirnya saya menemukan teknik yang tepat untuk mengolah limbah telur ini” ujarnya.  &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cangkang telur yang beraneka ragam dapat dibuat kerajinan berupa lukisan, tulisan kaligrafi, prasasti pernikahan serta sebagai mosaik pada guci atau keramik. Serpihan cangkang telur dirangkai sedemikan rupa dan direkatkan pada media yang ada. Serpihan cangkang telur dengan orisinalitas warnanya menjadikan souvenir dengan material ini tampil indah dan menarik. Walaupun seorang diri, pria yang telah berusia 62 tahun ini mampu menjadikan setiap pesanan yang ada mulai satu hari hingga lima hari. Jangan khawatir souvenir ini akan lapuk atau rusak, karena di atas permukaan kaligrafi maupun prasasti yang ada telah disemprot dengan zat pengawet sebagai pelindung.&lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Cangkang telur berupa kaligrafi yang berisi kalimat tarbiyah saya  tawarkan kepada teman teman di IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji  Indonesia) Sragen” jelasnya menjawab pemasaran souvenir ini. Selain itu, souvenir ini telah ia kirim ke berbagai daerah di luar kota, diantaranya Jakarta, Bogor, Klaten dan Semarang. Selain itu, ia juga menawarkan souvenir ini ke berbagai hotel serta rumah makan sebagai hiasan atau kenang kenangan kepada para tamu.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Saat ini hasil karya nya telah dipampang di Tecnopark Sasana Ganesha Sukowati Sragen, bersama dengan kreasi souvenir yang lain. Selain itu terdapat showroom  yang terletak di rumahnya Kampung Baru bendungan Kedawung Jl. Sragen-Kedawung Km 7 Sragen. Untuk anda yang berniat memesan hasil kreasi kerajinan telur ini bisa menghubungi H. M Muslich Sanggar Seni Handicraft AMP (AL MUSLICH PRODUCTION) No Telp (0271) 8825569. (Ryan - Humas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-1972532354058997007?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/1972532354058997007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/01/hmmuslich-dan-kerajinan-cangkang-telur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/1972532354058997007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/1972532354058997007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2010/01/hmmuslich-dan-kerajinan-cangkang-telur.html' title='H.M.Muslich dan Kerajinan Cangkang Telur  : “MENGUBAH LIMBAH MENJADI BERKAH”'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/S0flvbq7G2I/AAAAAAAAADg/PyCsNktewD0/s72-c/Edit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-3059430519275381713</id><published>2009-10-04T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T00:35:30.548-07:00</updated><title type='text'>Pemilihan Duta Wisata Sukowati 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslzjYNNNyI/AAAAAAAAADY/Y67JVqdMlkk/s1600-h/cover+duta+wisata.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 90px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslzjYNNNyI/AAAAAAAAADY/Y67JVqdMlkk/s200/cover+duta+wisata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388965480755967778" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Pemkab Sragen kembali menyelenggarakan Pemilihan Duta Wisata Sukowati tahun 2009. Sebanyak  92 calon Duta Wisata Sukowati 2009 yang terdiri dari 44 putra dan 48 putri mengikuti serangkaian tes mulai Sabtu (3/10).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpor) Sragen, P. Poedarwanto, S. Sos, MM, tugas Duta Wisata Sukowati ini antara lain mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Bumi Sukowati. Untuk itu, kompetisi Duta Wisata Sukowati tahun ini para peserta diminta membuat karya tulis tentang kepariwisataan di Kabupaten Sragen. Nantinya karya tulis ini akan masuk penilaian dan akan dipublikasikan ke masyarakat umum.&lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sementara, tes bagi calon Duta Wisata Sukowati dilaksanakan selama tiga hari, dan berakhir Senin (5/10). Untuk jadwal kegiatan hari Sabtu lalu,  calon Duta Wisata Sukowati melakukan kunjungan ke Technopark Ganesa Sukowati. Mereka dikenalkan dengan seluruh kegiatan yang berlangsung di tempat tersebut. &lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah mengunjungi Technopark Ganesa Sukowati, putra-putri Sragen ini menuju Sanggar Seni Sukowati (Gedung Auditorium Kabupaten Sragen) untuk mengikuti pembekalan. Materi pembekalan berupa Ngadi Saliro (cara merawat tubuh) dan Ngadi Busono (cara berbusana), Etika dan Kepribadian. Materi ini disampaikan oleh Yayuk Fauzan dari Persatuan Ahli Kecantikan Indonesia (PAKI) Sragen. Pada sesi Ngadi Saliro dan Ngadi Busono, para peserta diberikan pengetahuan mengenai cara ber make-up (merias diri), merawat wajah, menata rambut, serta diajarkan cara me wiru jarik dan menggunakan stagen.&lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi penyuluhan pajak, kepariwisataan dan dinamika kelompok. Pada sesi dinamika kelompok, para peserta diberikan penjelasan dan praktek kerja kelompok (teamwork). Selain itu, peserta juga diberikan meteri mengenai etika keprokolan dan tata cara makan. &lt;br /&gt; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usai serangkaian tes tersebut, seleksi selanjutnya diantaranya tes tertulis dengan materi pengetahuan umum, kepariwisataan, psikotes, tes wawancara Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa serta unjuk bakat. &lt;br /&gt;  &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada hari berikutnya akan diumumkan peserta yang lolos seleksi dan ditentukan 20 pasang peserta putra-putri yang berhak maju ke babak grand final. Sedangkan Grand Final dan malam penobatan Duta Wisata Sukowati 2009 ini, menurut rencana akan digelar di Technopark Ganesha Sukowati pada Rabu (7/10) mendatang. (Nova_Humas)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-3059430519275381713?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/3059430519275381713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/sragen-pemkab-sragen-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3059430519275381713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3059430519275381713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/sragen-pemkab-sragen-kembali.html' title='Pemilihan Duta Wisata Sukowati 2009'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslzjYNNNyI/AAAAAAAAADY/Y67JVqdMlkk/s72-c/cover+duta+wisata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-3012234921423528412</id><published>2009-10-04T18:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T18:27:56.704-07:00</updated><title type='text'>Batik Semakin Disukai oleh anak-anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslLkHpYR2I/AAAAAAAAADQ/8pyMtmLmArI/s1600-h/4+Oktober+2009,+batik+anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslLkHpYR2I/AAAAAAAAADQ/8pyMtmLmArI/s200/4+Oktober+2009,+batik+anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388921513025488738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Batik kini tidak hanya banyak dipakai oleh kalangan dewasa saja. Akhir-akhir ini ada kecenderungan peningkatan jumlah pemakai batik dari kalangan anak-anak. Hal ini diungkapkan oleh Haryanti, S.Sn Manager Batik Sukowati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pada waktu menjelang lebaran lalu, baju-baju batik anak-anak koleksi Galery Batik Sukowati habis terjual. “Padahal waktu itu kami sengaja memperbanyak stok baju batik untuk anak-anak, dan ternyata habis terjual juga,” katanya. Hal ini, menurutnya adalah sebuah indikator bahwa batik mulai disukai oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ditambahkanya, batik memang sangat cocok sekali dipakai oleh kalangan  anak-anak di segala suasana. Misalnya saja, pada acara ulangtahun, jalan-jalan bersama keluarga atau bahkan pada acara resmi. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Di Galery yang dikelolanya, banyak disediakan baju-baju batik anak-anak dari segala macam motif dan bahan. Ada yang berbahan dari kaos, katun dan bahan-bahan lainnya. Untuk bersaing dengan pakaian modern saat ini, dirinya tidak kawatir. Karena, menurutnya, batik telah menunjukkan eksistensinya selama ratusan tahun selama ini. Terlebih lagi, Jum’at kemaren batik telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) sebagai warisan budaya milik Indonesia. Hal ini membuatnya semakin optimis bahwa kedepan batik akan semakin dicintai dan semakin banyak dipakai oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara menurut Anita, warga Sragen Kulon, salah satu pembeli di galery batiknya, mengungkapkan bahwa baju anak-anak yang berbahan dasar batik sangat nyaman dipakai oleh anak-anak. “Baju batik akan terasal ebih adem bila dipakai, hal ini sangat cocok dipakai oleh anak-anak yang cenderung lebih banyak gerak,” terang Anita.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Semua bahan baju-baju batik yang menjadi koleksi Galery Batik Sukowati merupakan bahan-bahan lokal hasil karya pembatik-pembatik lokal sragen. Dan ternyata hasil karya produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri. Buktinya, baju-baju batik produksi lokal sekarang in telah banyak dijual di mall-mall besar di berbagai kota di Indonesia. &lt;b&gt;(N. Hart - Humas)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-3012234921423528412?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/3012234921423528412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/batik-semakin-disukai-oleh-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3012234921423528412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3012234921423528412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/batik-semakin-disukai-oleh-anak-anak.html' title='Batik Semakin Disukai oleh anak-anak'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SslLkHpYR2I/AAAAAAAAADQ/8pyMtmLmArI/s72-c/4+Oktober+2009,+batik+anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-6428924424256595788</id><published>2009-10-02T10:19:00.001-07:00</published><updated>2009-10-04T10:46:22.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Kreatifitas Mampu Tingkatkan Cita Rasa Singkong</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Singkong merupakan tanaman yang tidak asing bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Selama ini singkong biasanya hanya diolah menjadi singkong direbus atau singkong digoreng saja, paling banter menjadi makanan yang disebut gethuk. Namun, ternyata singkong bisa diolah menjadi aneka jenis makanan yang bercita rasa nikmat yang tidak kalah dengan makanan berbahan dasar gandum atau terigu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Salah satu Satuan kerja dilingkungan pemkab Sragen, yaitu  Badan Diklat Kabupaten Sragen, tela mengembangkan kreasi dengan mengolah singkong menjadi berbagai macam makanan / kue. Sejak pertengahan tahun ini, tangan – tangan kreatif karyawati yang tergabung dalam unit pengolahan produksi telah mengadakan eksperimen pengolahan makanan yang berbahan dasar singkong. Dari eksperimen tersebut dihasilkan beberapa jenis makanan yang semuanya berbahan dasar singkong. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kue  berbahan baku  singkong tersebut mempunyai bentuk yang sangat beragam dengan cita rasa yang beragam pula. Ada kue rambutan, kue coklat keju, coklat wijen dan putri salju dan lain lainnya sejumlah sembilan jenis. Nama kue disesuaikan dengan bentuk dan campuran bahan yang digunakan. Misalnya saja kue coklat kacang, pada bahan yang digunakan selain menggunakan tepung singkong juga ditambahkan coklat dan kacang tanah. Sedangkan kue yang diberi nama kue rambutan karena bentuknnya yang menyerupai rambutan. Menurut penanggung jawab produksi makanan lokal, Siti Rochimiatun, dengan penampilan yang begitu menarik, diharapkan dapat meningkatkan derajad penampilan dan akan menambah ketertarikan terhadap kue ini. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara menurut Kepala Badan Dikat Kab.Sragen, Drs. Sumarna, MM, singkong merupakan makanan yang murah dan banyak tumbuh disekitar kita, sehingga sangat potensial sekali bila diolah menjadi berbagai makanan seperti makanan yang berbahan dasar gandum. Selama  ini kebanyakan kue yang  dijual di toko merupakan kue yang berasal dari terigu dan gandum, sementara gandum merupakan produk import. Hal tersebut  menyebabkan ketergantungan pada produk import. “Kenapa kita harus menggunakan produk import sementara kita mempunyai produk lokal yang murah dan kandungan gizinya tidak kalah dengan gandum” kata  Drs. Sumarna, Msi. Kedepan, Badan Diklat akan mempatenkan penemuan ini. “Bulan Januari nanti, produk ini akan kami patenkan” tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Meski masih dalam kapasitas produksi yang kecil, sehari – harinya, di unit pengolahan makanan lokal ini, singkong diolah oleh para alumnus pelatihan   produksi makanan hingga menjadi makanan siap saji. Mulai dari mengupas singkong, menggiling, memasak hingga mencetak dan pengemasan. Semua dilakukan disini. Setelah makanan hasil olahan para para alumnus pelatihan produksi tersebut  dikemas, maka kue berbahan dasar  singkong tersebut  siap dipasarkan. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari Rp. 9.000 hingga yang paling mahal Rp. 13.500. Menurut Siti, tidak susah untuk memasarkan hasil produksinya, bahkan tidak usah di jajakan, ia sudah kewalahan menerima pesanan. (N.Hart – Humas)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-6428924424256595788?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/6428924424256595788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/kreatifitas-mampu-tingkatkan-cita-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/6428924424256595788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/6428924424256595788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/kreatifitas-mampu-tingkatkan-cita-rasa.html' title='Kreatifitas Mampu Tingkatkan Cita Rasa Singkong'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-2183234650683245650</id><published>2009-10-02T10:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T19:55:48.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinamika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Krisis Moneter Berbuah Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SsgONzDTw8I/AAAAAAAAADA/X1ctHBkXQEk/s1600-h/tumrajatas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SsgONzDTw8I/AAAAAAAAADA/X1ctHBkXQEk/s200/tumrajatas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388572584353973186" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/b&gt; - Dusun Genengsari Desa Blanggu Kecamatan Gesi bukanlah desa yang besar. Namun jangan heran bila ”tas” hasil produksi home industri warga sini telah merambah di sebagian besar pasar dan toko di Indonesia. Hampir semua toko tas di kota-kota di Indonesia memajang merek ”Daimesstar dan King Bag” .&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Adalah Jumanto, seorang warga dusun Genengsari desa Blangu Kecamatan Gesi sejak tahun 2001 silam menekuni produksi tas. Tak disangka usaha yang baru dirintisnya tujuh tahun lalu itu, kini telah maju dengan pesatnya. Setiap hari ia mampu berproduksi sebanyak 1000 buah tas dengan aneka macam bentuk dan jenis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Semula Jumanto merupakan seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan asing  freeport di Papua. Karena krisis moneter tahun 1998 silam ia diberhentikan dari tempatnya bekerja. Kemudian ia bergabung dengan salah seorang temannya yang mempunyai usaha pembuatan tas dfi Jakarta. Sekitar tahun 2000 usaha yang dirintis bersama temanya tersebut terpuruk karena situasi ekonomi waktu itu belumlah ramah untuk pengusahan kecil. Kebangkrutan usahanya membuat modalnya ikut ludes. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ia kemudian pulang ke tanah asalnya di Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen. Berbekal pengalaman yang sangat terbatas dalam pembuatan tas, ia nekat merintis kembali usahanya. Bersama istrinya dan dua buah mesin jahit, maka mulailah usaha kecil pembuatan tas milik Jumanto. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kini, usaha yang dirintis tujuh tahun lalu, telah membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Hasil produksinya kini telah merambah di sebagian besar kota di Indonesia. ”Hanya di Kota Aceh, Medan dan bangka yang belum terjangkau hasil produksi saya” aku Jumanto. Dulu ia hanya memasarkan produknya di pasar klewer Solo. Dari sana ia berkenalan banyak pedagang dari luar jawa. Akhirnya pedagang dari luar jawa banyak yang langsung membeli di tempat produksi Jumanto, di Kecamatan Gesi. Kini ia tidak kesulitan lagi  dalam memasarkan tas hasil produksinya. ”Kami tidak mempunyai kesulitan dalam pemasaran, semua hasil produksi kami habis di beli pedagang baik dari Jawa maupun Luar Jawa” jelasnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berkembangnya usaha Jumanto mempunyai dampak yang menggembirakan bagi penduduk sekitarnya. Pasalnya mereka pun ikut menikmati keberhasilan usahanya dengan menjadi pekerja sebagai pembuat tas. Usaha produksi Jumanto secara nyata telah membantu program pemerintah dalam penggurangan pengangguran. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sriyati misalnya, ia telah enam tahun ini bekerja di tempat Jumanto. Dalam satu hari Sriyati bisa membuat  20 buah tas. Semula Sriyati tidak mempunyai ketrampilan sama sekali dalam membuat tas. ”Semula saya belajar disini, setelah bisa, saya di rekrut untuk menjadi karyawan, dulu saya seorang pengangguran, kini telah mendapat penghasilan yang lumayan untuk menopang kehidupan keluarga kami” tutur Sriyati. Sriyati merupakan salah satu dari 52 orang karyawan usaha produksi tas milik Jumanto, yang sebagian besar adalah wanita. ”Semua karyawan kami adalah penduduk sekitar sini” tutur Jumanto. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tas buatan Jumanto sebagian besar berbahan baku import D-600, semacam terpal yang kuat. Bahan baku tersebut ia beli dari Bandung, Semarang dan Surabaya. Bapak beranak dua ini mengaku, harga bahan baku terpal sangat tidak stabil, berbeda dengan harga sebuah tas yang jarang sekali naik maupun turun. Hal tersebut membuat ia harus hati-hati, sebab jika tidak cermat bisa merugi. Jumanto sempat menikmati keuntungan yang besar ketika tahun 2003. Disaat itu harga bahan baku murah, sedangkan harga sebuah tas lumayan tinggi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Usahanya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini, berawal saat ia mendapat bantuan dana pinjaman bunga lunak dari Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop &amp; UKM) Kabupaten Sragen tahun 2003 lalu, sebesar 20 juta rupiah. Dampaknya, usaha yang ia tekuni mulai nampak berkembang. Alhasil ia mendapat kepercayaan dari Bank BRI dan mendapat pinjaman tambah modal sebesar 100 juta rupiah. Berawal dari bantuan Disperindagkop &amp; UKM  dan Bank BRI tersebut, kini ia bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini. (Hart – Humas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-2183234650683245650?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/2183234650683245650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/krisis-moneter-berbuah-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/2183234650683245650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/2183234650683245650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/krisis-moneter-berbuah-kesuksesan.html' title='Krisis Moneter Berbuah Kesuksesan'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WCfJ91MdFig/SsgONzDTw8I/AAAAAAAAADA/X1ctHBkXQEk/s72-c/tumrajatas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-9201708131478429736</id><published>2009-10-02T10:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T10:16:05.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinamika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Mendulang Rupiah dari Sangkar Burung</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Sangkar burung, tak ubahnya figura. Sebuah lukisan akan terangkat kualitasnya bila didukung figura yang sesuai dan berkelas. Hal ini berlaku pula pada seekor burung. Seekor burung akan terlihat berbobot bila berada di sangkar yang pas dan bagus. Apalagi burung tersebut derkuku, puter, poksay, cucakrowo, perkutut dan yang sekelasnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk membuat sebuah sangkar burung yang menarik, tidak lah mudah. Perlu sebuah bakat untuk membuatnya. Bila seseorang mempunyai bakat ketrampilan dalam waktu kurang lebih satu bulan sudah bisa membuat sebuah sangkar burung yang sedehana, namun bila tidak berbakat dalam satu tahun pun belum tentu mampu membuat. Terlebih  untuk membuat sangkar burung model bundar, akan lebih sulit lagi.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Di hari minggu pagi seorang lelaki muda terlihat sibuk di serambi samping rumahnya. Jari-jemarinya asyik menyerut sebuah bilah dari bambu. Sementara seorang anak kecil sedang asyik bermain disampingnya. Sebut saja ia, Sugiyanto, pangilan sehari-harinya, Yanto. Rupanya pagi itu Yanto sedang mengerjakan pembuatan sangkar burung. Pekerjaan sebagai perajin sangkar burung sudah ia tekuni sejak 11 tahun lalu semasa ia masih duduk di kelas 2 SMP. Sampai sekarang, profesi sebagai perajin sangkar burung ini ia jadikan pekerjaan pokok. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setiap hari lelaki yang tinggal di desa Karangmalang Rt 11A ini memulai aktivitasnya sejak pukul tujuh pagi hingga sore hari saat matahari mulai tidur di ufuk barat. Namun tak jarang pula pria lulusan STM ini lembur hingga malam hari bila ia mendapat pesanan tambahan. ”Dulu saya dibantu istri, namun sekarang istri saya sudah bekerja sebagai buruh pabrik” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lelaki beranak satu ini, mulai belajar membuat sangkar burung sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Sekarang, dalam satu minggu ia mampu menghasilkan 10 buah sangkar burung jadidengan  kualitas bagus. Bila setiap satu buah sangkar ia jual Rp. 35.000, berarti dalam satu minggu ia mendapatkan penghasilan Rp. 350.000. Dikurangi biaya bahan Rp. 100.000, bersih ia mendapat keuntungan Rp. 250.000 per minggunya. ” Cukuplah untuk menghidupi anak istri” akunya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setiap minggu, sangkar burung yang ia hasilkan, dijual ke salah seorang pengepul di desa tempat tinggalnya. ”Tiap minggu sangkar burung yang saya hasilkan saya jual ke Suwarno, salah seorang pengepul” katanya. Ia langsung di bayar tunai setiap setor barang kerajinannya. Untuk sebuah sangkar burung meski bentuknya sama, harga dari pengepul berbeda beda. ”Tergantung kualitasnya, bila seorang perajin sudah berpengalaman, hasilnya akan lebih halus, dan harga jual ke pengepul juga lebih mahal dan sebaliknya” katanya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara, Suwarno, merupakan salah seorang pengepul terbesar dan terlama di desa Karangmalang. Ia mengaku setiap minggunya menampung sangkar burung hasil kerajinan Yanto. ”Setiap minggu Yanto setor sangkar burung ke saya” tuturnya. Selain Yanto, masih ada kurang lebih 60 KK yang menyetorkan hasil kerajinannya ketempatnya. Setiap KK dalam setiap minggunya menyetorkan 10 sampai 20 sangkar burung. Bila diambil rata-rata per KK menyetorkan 15 sangkar burung kalikan 60 KK, berarti setiap minggu Suwarno menampung kurang lebih 900 buah sangkar burung. Setiap perajin menjual sangkar burung ketempatnya ia bayar tunai, bahkan ada pula perajin yang bon bahan baku terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam satu bulan rata-rata Suwarno mampu menampung 3000 – 5000 sangkar burung. Selanjutnya, hasil yang ia tampung, ia jual kembali ke berbagai kota di Jawa maupun luar Jawa. ”Hampir semua kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah kami setori kerajinan sangkar burung dari kami” kata Suyanto. Namun untuk Jawa Barat ia mengaku masih sedikit pelanggannya. Untuk Jakarta saja, setiap bulannya ia menjual 900 buah sangkar burung.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kerajinan sangkar burungnya juga merambah sampai ke Luar Jawa, yakni di Sumatera, Batam dan Kalimantan, yakni di kota Medan, Pekan Baru, Jambi, Padang, Samarinda dan Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lelaki warga Karangmalang Rt 11A  tersebut menceritakan, awal mula kenapa masyarakat di desa Karangmalang banyak yang menekuni sebagai perajin sangkar burung. Sebut saja namanya Suroso, warga setempat, pada tahun 1985 Suroso menikah dengan seorang wanita warga Solo. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kebetulan mertua Suroso, adalah seorang perajin sangkar burung. Waktu itu Suroso tertarik untuk belajar sangkar burung. Bak gayung pun bersambut, ia ternyata mempunyai bakat ketrampilan. Dalam waktu kurang lebih satu bulan ia telah mampu menguasai teknik-teknik pembuatan sangkar burung. Sangkar burung yang ia buat hasilnya juga sangat halus.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berawal dari situ, ia kemudian menularkan ketrampilannya ke warga tempat kelahirannya di desa Karangmalang Masaran.  Pertama hanya empat orang yang tertarik, termasuk Suwarno. Dalam waktu yang relatif singkat, keempat orang tersebut mampu menyerap ilmu yang dibawa Suroso. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Keempat orang tersebut kemudian mencoba-coba membuat sangkar burung untuk dijual. Pada bulan pertama, sangkar burung yang ia buat laku juga di pasaran. Akhirnya mereka bertekad untuk terus menjadikan profesi sebagai perajin sangkar burung dijadikan mata pencaharian. Hingga saat ini kurang lebih ada 60 KK yang membuat sangkar burung. Tiap KK ada beberapa perajin yang terdiri dari istri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sampai sekarang, kurang lebih sudah 22 tahun Suwarno menggeluti usaha sangkar burung ini. Hasil jerih payahnya selama ini bisa dinikmati oleh anak istrinya. Dari hasil membuat sangkar burung dan sebagai pengepul, ia telah mampu membeli sawah, tanah pekarangan, membangun rumah yang cukup bagus dan membeli mobil. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bapak beranak empat ini merupakan satu dari 3 orang pengepul besar di desa Karangmalang. Selain 3 orang pengepul besar masih ada kurang lebih 3 pengepul kecil. Pengepul besar biasanya menjual barang daganganya sampai luar jawa. Namun pengepul kecil biasanya hanya memenuhi kebutuhan penggemar burung lokal seperti Sragen dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bapak lulusan STM ini mencapai masa keemasan pada tahun 1990 sampai dengan 2000. ”Saat itu bahan baku masih murah dan harga jual sebuah sangkar burung cukup mahal, sekarang harga bahan baku mahal dan harga jualnya murah, namun kami bertekad untuk terus menekuni kerajinan ini, Insya Allah akan saya wariskan ke anak cucu kami” tutur Suwarno.&lt;b&gt; (N.Hart – Humas)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-9201708131478429736?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/9201708131478429736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/mendulang-rupiah-dari-sangkar-burung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9201708131478429736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/9201708131478429736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/mendulang-rupiah-dari-sangkar-burung.html' title='Mendulang Rupiah dari Sangkar Burung'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-3868209273464944335</id><published>2009-10-02T10:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T10:07:42.423-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Sehat dengan Sereal Bekatul Organik</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - BEKATUL atau kulit ari padi, kini tak lagi sekadar makanan  ternak. Limbah tersebut ternyata bermanfaat untuk kesehatan, setelah diolah menjadi sereal yang layak dikonsumsi manusia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Adalah H Suyamto, seorang pengusaha / produsen padi organik yang berinovasi mengolah bekatul dari padi organik menjadi sereal. Menurut H. Suyamto, kulit ari padi yang dulu hanya untuk pakan ayam itu sangat baik untuk mengobati kolesterol, diabetes, hipertensi, jantung koroner, gondok. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Terilhami dari membaca buku karangan Dr. Liem, tahun 2006 ia mencoba membuat sereal bekatul. Bulan pertama ia hanya memproduksi 500 pack, setiap packnya berbobot 150 gram. Awalnya ia memang ragu , namun setelah banyak konsumen yang membuktikan sendiri khasiat dari sereal bekatul ini ia semakin optimis produknya akan diminati oleh banyak konsumen. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Suyamto, yang kebetulan juga  produsen padi organik ini tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan baku bekatul. Bekatul merupakan limbah produksi penggilingan padi organik miliknya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sereal ini jangan disamakan dengan bekatul biasa. Karena telah melewati proses produksi secara khusus.Namun dijamin bebas dari bahan-bahan kimia. Dalam pembuatan sereal bekatul ia mengaku tidak menambah zat-zat kimia apapun dalam campurannya. ”Murni dari bekatul organik yang dilembutkan, tanpa campuran bahan kimia apapun, jadi sangat aman bila dikonsumsi” kata Suyanto. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Saat ini, setiap bulannya ia mampu berproduksi 3000 sampai 4000 pack, yang setiap pack nya berbobot 150 gram. Harga per pack ia patok hanya Rp. 6.000,-. Namun harga di eceran bisa sampai dengan Rp. 10.000,-. Ia mengaku tidak mendapat kesulitan dalam memasarkan produknya. Awalnya ia memang menawarkan sendiri ke berbagai kota besar di Jawa Tengah, tapi sekarang ia tinggal  menerima pesanan dari berbagai kota besar di Jawa  antara lain Solo, Yogyakarta, Jakarta, Semarang dan Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemilik produsen beras organik PT Padi Mulya tersebut  mengatakan, produknya telah melewati uji lab PT Sucofindo No.3268349 dan Uji Lab Dinas Kesehatan. Bahkan ijin dari Dinas Kesehatan Nomor 33/11-31-03 telah ia kantongi, jadi tidak ada keraguan untuk memasarkannya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tamu-tamu yang melewati kota Sragen ataupun yang berkunjung ke Sragen, banyak pula yang mampir untuk membeli produknya. Kebetulan tempat berproduksinya sangat strategis, terletak di pinggir jalan raya Solo Sragen. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Suyamto tidak menawarkan janji tetapi bukti. Ia menuturkan banyak kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Sragen yang telah membuktikan khasiat makanan tersebut. Mereka yang pernah membuktikan antara lain Kepala Kantor Catatan Sipil Kab. Sragen  Sarwadi SSos, dan  Kepala Dinas Kehutanan dan PerkebunanKab. Sragen Ir Wakidi. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ir Wakidi yang dihubungi secara terpisah  menuturkan, sudah setahun ini  ia secara rutin minum sereal bekatul tiap hari. ”Badan lebih segar, tidak mudah sakit dan buang air besar menjadi tambah lancar” tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak jauh beda dengan Ir. Wakidi, Sarwadi S.Sos juga menyatakan hal serupa. ”Dulu sebelum minum sereal bekatul saya sering pegel-pegel sehabis pulang kerja, namun sekarang setelah rutin minum sereal bekatul, sudah tidak pegel-pegel lagi, biasanya saya campur dengan temulawak” jelasnya. Ia juga mengaku ketahanan tubuh menjadi lebih kuat, tidak mudah sakit. ”Apalagi kalau puasa, tubuh akan lebih kuat dan tidak mudah loyo, bila sewaktu sahur  minum sereal bekatul ini” tambahnya. Sarwadi, S.Sos sudah dua ini, setiap hari nimum sereal bekatul. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk mengkonsumsinya, sereal bekatul tinggal dicampur dengan air hangat boleh ditambah gula atau jeruk nipis, atau boleh ditambah dengan temulawak. Maka akan menjadi minuman yang lezat dan berkhasiat. ”Tidak pahit, rasanya nikmat sekali, biasanya saya tambah dengan temulawak” tutur Sarwadi. &lt;B&gt;(Hartono – Humas)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-3868209273464944335?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/3868209273464944335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/sehat-dengan-sereal-bekatul-organik_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3868209273464944335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/3868209273464944335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/10/sehat-dengan-sereal-bekatul-organik_02.html' title='Sehat dengan Sereal Bekatul Organik'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-7129929193165260504</id><published>2009-09-29T19:21:00.001-07:00</published><updated>2009-09-29T19:26:08.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>SOFT NEWS : Budi Daya Jamur Tiram Putih MODAL RINGAN HASIL BESAR</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan. Salah satunya dengan budidaya jamur tiram. Jamur Tiram putih (Pleuratus florida) merupakan salah satu jenis jamur yang saat ini menjadi alternatif pilihan sebagai makanan sehat yang layak dikonsumsi. Disamping rasanya yang lezat - bahkan mirip dengan daging ayam - juga memiliki kandungan gizi yang cukup bermanfaat, sehingga saat ini sudah menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai makanan yang layak dikonsumsi. Hal tersebut menjadikan permintaan pasar akan jamur tiram semakin meningkat, bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga permintaan dari luar negeri yang masih sangat besar peluangnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hanya bermodalkan sekitar tujuh jutaan, seorang dapat memperoleh keuntungan bersih hingga delapan jutaan dalam waktu 6 bulan. Berarti ini pendapatan bersih per bulannya sekitar satu juta lebih. Bukankah ini peluang yang menggiurkan?. Tavip (42), salah satu warga dukuh Karangasem desa Banaran kec. Sambungmacan, Kabupaten Sragen, sudah sekitar 4 tahun lalu mengembangkanbudidaya jamur tiram putih ini. Ia menceritakan tentang bagaimana mudahnya membudidayakan jamur tiram putih ini. Berikut ini tips-tips untuk membudidayakan jamur tiram putih untuk mendapatkan jamur yang besar dan putih bersih. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak susah untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan. Yang pertama adalah serbuk kayu. Kayu yang diperlukan adalah : tidak yang mengandung minyak atau bahan kimia, tidak bergetah, kering dan tidak busuk. Bahan yang kedua yakni bekatul yang baru dan tidak berbau apek. Bekatul ini berfungsi sebagai bahan nutrisi dan sumber karbohidrat. Bahan selanjutnya adalah kapur kawur, yang berfungsi untuk menjaga keasaman media dan sumber mineral. Sedang bahan yang keempat adalah Gips, yang digunakan untuk memperkokoh media tanam dalam polibag sehingga tidak mudah hancur atau rusak disamping sebagai sumber mineral. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pupuk TSP, digunakan untuk mempercepat pertumbuhan miselium dan tumbuh buah jamur. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selain bahan utama diatas, bahan-bahan penunjang lainnya yakni kantong plastik ukuran 20 x 35 cm, paralon, kapas alat pemadat bisa botol atau pengepres dan aluminium foil. Setelah bahan – bahan tersebut tersedia, serbuk kayu diayak dan dicampur dengan bahan-bahan lain, yakni bekatul, kapur kawur, gips, dan pupuk TSP. Beri campuran air secukupnya sampai merata agar tidak terlalu kering dan namun jangan terlalu becek. Masukkan campuran tersebut kedalam kantong palstik, kemudian ditekan dengan botol atau alat pengepres, lalu diberi ring / cincin paralon kemudian tutup dengan kapas. Lapisi dengan aluminium foil atau plastik ikat atau karet. Sterilkan bag log ke dalam autoklap dengan suhu 120 derajad Celcius selama 15 menit atau ke dalam drum yang panasi dalam suhu 90 – 110 Celcius selama 4 – 8 jam. Dinginkan baag log pada suhu kamar selama 24 jam. Langkah selanjutnya adalah ”Inokulasi”. Yakni penularan atau penanaman bibit ke media tanam bibit yang digunakan bukan hasil biakan murni bias F3 atau F4. Langkah ini perlu kehati-hatian sedikit dan kecermatan. Siapkan alat seperti pinset, api spiritus dan alkohol 70%. Siapkan pula bibit F3 atau F4. Sebelum melakukan, tangan harus bersih sebaiknya dibasuh dengan alkohol. Pakaian juga harus bersih, kalau perlu kenakan pakaian laboratorium. Bila sudah siap, buka bag log dari tutupnya. Ambil pinset celupkan ke dalam alkohol lewatkan diatas api spiritus. Dinginkan beberapa detik. Ambil bibit, masukkan lewat cincin atau paralon, goyangkan agar bibit merata dipermukaan kemudian tutup kembali dengan kapas. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setelah bag log diisi bibit, inkubasikan dalam ruang khusus dengan suhu antara 22 – 26 derajad celcius sampai miselium tampak berwarna putih dengan kelembaban 90 – 100 derajat celcius. Jangan lupa, setelah semua langkah diatas, perlu pemeliharaan yang cermat namun cukup mudah. Lakukan penyiraman 2 sampai 3 kali sehari setelah bag log di masukkan ke rumah jamur. Setelah dilakukan penyobekan bag log dengan cutter secara menyilang di bagian depan sebanyak 3 tempat dan di bagian belakang 2 tempat tergantung selera, maka jamur akan tumbuh dari lubang sobekan tersebut. Di musim hujan penyiraman cukup dilakukan 1 atau 2 kali saja dalam satu hari. Gunakan sprayer sehing siramannyaa bisa merata. Jaga suhu ruangan antara 20 – 22 celcius dengan kelembaban 95 – 100%. Sebaiknya juga gunakan higrometer dan termometer untuk mengetahui kelembaban dan suhu ruangan (bisa dibeli di apotek atau toko bahan kimia). &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Umur bag log sekitar 4 – 6 bulan dengan jumlah bag log 3000 buah akan didapatkan 1.920 kg jamur tiram putih. Jumlah ini sudh dikurangi rata-rata tingkat kegagalan. Sehingga rata-rata setiap bag log menghasilkan 0,64 kg.Harga jamur tiram putih saat ini ditingkat petani per kilonya sekitar Rp. 7.000,-. Sehingga dengan modal Rp. 7.211.00 akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 8.141.500,- Dalam satu bulan bapak beranak 2 ini, bisa memproduksi 5.000 sampai 7.000 log bibit. Selain dibudidayakan sendiri, Tavip juga menjual bibit yang ia buat. Bibitnya sangat khas berbeda dengan buatan yang lain. Ia menjual per log bibit seharga Rp. 1.600,-. Selain dari daerah Sragen sendiri, bibit yang ia hasilkan banyak dibeli petani pengembang jamur tiram dari daerah Purwodadi, Madiun, Blora dan Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Meski masih termasuk skala usaha home industri, ia sudah mampu mempekerjakan 4 orang tenaga kerja. Tiap hari para pekerja harus menyemprotkan air ke media bakal bibit tersebut, karena menjaga kelembaban ruangan adalah hal sangat penting. Sementara menurut Triatmono, Kepala UPTD BIPP Dinas Pertanian Sragen prospek budidaya jamur tiram putih di wilayah Kabupaten Sragen masih sangat bagus, bukan usaha musiman. Meski cuaca di Kabupaten Sragen cenderung agak panas, tetapi dengan perlakuan khusus pembudidayaan jamur tiram di Sragen lebih baik dari daerah lain. “Jamur yang di budidayakan di Kabupaten Sragen bentuknya lebih besar di bandingkan dengan daerah sekitarnya, kami mempunyai kiat-kiat khusus dalam memperlakukan budidaya jamur tiram ini “ kata Triatmono. Kenapa jamur Tiram di Sragen bentuknya lebih besar, menurut Triatmojo kuncinya pada pembuatan bibit yang diperlakukan dengan kiat-kiat khusus. Triatmojo menambahkan, pangsa pasar jamur tiram masih sangat bagus , “ Kami malah kewalahan memenuhi permintaan jamur tiram ini. Untuk itu kami terus berupaya mengembangkan budidaya jamur tiram ini di Kabupaten Sragen, dengan cara memberikan penyululuhan kepada petani jamur tiram” tutur Triatmono. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dari segi kesehatan menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, jamur tiram ini layak untuk di konsumsi. Mengandung 9 asam amino yang tidak bisa disintesis dalam tubuh. Jamur ini juga mengandung Polysacharida yang tinggi, sehingga cocok untuk bahan pembuatan cream, bedak atau salep untuk perawatan wajah. Bahkan berdasarkan percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, dengan terapi memberikan jamur tiram setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 % kondisinya membaik dan 18,2 % sembuh total. Jamur ini juga sangat bagus di konsumsi karena memiliki kandungan protein 2 x lipat lebih baik dari protein asparagus, kubis dan kentang serta 4 x lipat dari kandungan protein pada wortel dan tomat. Jamur tiram putih juga baik untuk mencegah penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus karena 72% kandungan dari lemak pada jamur adalah asam lemak tak jenuh.&lt;b&gt;(N.Hart)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-7129929193165260504?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/7129929193165260504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/soft-news-budi-daya-jamur-tiram-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7129929193165260504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7129929193165260504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/soft-news-budi-daya-jamur-tiram-putih.html' title='SOFT NEWS : Budi Daya Jamur Tiram Putih MODAL RINGAN HASIL BESAR'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-7222904907612006751</id><published>2009-09-29T12:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T12:47:31.432-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>CRISIS CENTER, PERTOLONGAN CEPAT KEJADIAN DARURAT</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - “Selamat malam Pak, mohon segera dikirim ambulan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas di ruas jalan……” demikianlah salah satu bunyi telepon  yang masuk  ke kantor  Crisis Center kab. Sragen. Petugas piket di ruangan Crisis Center pun menjawab,”Baik pak akan segera kami kirim ambulan ke sana.” Maka dalam waktu singkat terlihat beberapa paramedis yang berlarian ke mobil ambulans. Raungan sirine mobil ambulan pun langsung memecah keheningan malam kota Sragen, meluncur menuju arah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kejadian diatas merupakan salah satu contoh simulasi kegiatan para petugas di Crisis Center Sragen yang berlokasi di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Sragen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beri Pelayanan yang Cepat pada Kejadian yang darurat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Crisis Center Kabupaten Sragen berdiri sekitar awal tahun ini  atas prakarsa  Bupati Sragen Untung Wiyono. Kehadiran Crisis Center diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat di kabupaten Sragen yang mengalami musibah atau membutuhkan pertolongan darurat. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelayanan yang diberikan antara lain pada pertolongan yang bersifat darurat misalnya musibah kecelakaan lalu lintas, kejahatan, kebakaran, gangguan kamtibmas, pengaduan, permohonan informasi dan lain sebagainya yang bersifat darurat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap laporan masyarakat yang masuk  melalui telepon  di ruang Crisis Center, maka dengan cepat petugas akan segera mengirimkan bantuan sesuai kejadian darurat yang terjadi. Crisis Center membuka dua nomor line telepon yakni di nomor 8823700 dan 8823800. Sementara untuk wilayah Kecamatan Gemolong dapat menghubungi nomor telepon 6811851.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apabila ada kejadian-kejadian yang bersifat darurat seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, gangguan kamtibmas, kebakaran, atau kejadian darurat lainnya yang membutuhkan pelayanan yang cepat, masyarakat dapat meminta bantuan atau menginformasikan ke nomor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pantau dengan CCTV, Cegah Tindak Kriminalitas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di tempat-tempat strategis di wilayah Kabupaten Sragen, saat ini telah dipasang alat pantau berupa CCTV (Central Cirkuit televisioan) . Di ruangan Crisis Center inilah petugas jaga memantau secara langsung tempat-tempat yang telah dipasangi alat CCTV. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tempat tersebut misalnya di perempatan jalan yang ramai lalu lintasnya, di pasar, di lokasi rawan banjir, rawan kejahatan dan di kantor Bank. Dengan pantauan melalui CCTV ini diharapkan dapat menekan atau mengantisipasi adanya tindak kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buka 24 Jam Non Stop&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kejadian darurat, bencana atau kejahatan bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu Crisis Center kab. Sragen  buka 24 jam untuk memberikan pelayanan sewaktu-waktu bila ada masyatakat yang membutuhkan. Petugas jaga terdiri dari unsur Kesbangpolinmas, Dinas Perhubungan, telekomunikasi dan Informatika, Petugas Kepolisian, Dinas Kesehatan dan petugas dari Kantor Pengelola Data Elektronik Kab. Sragen.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejak diremikan penggunaannya hingga kini, respon dari masyarakat atas kehadiran Crisis Center ini cukup baik. Telah beberapa kali petugas di Crisis Center menerima pengaduan telepon atas tindak kejahatan, kecelakaan dan tindak gangguan kamtibmas. Semua aduan yang dilaporkan lewat nomor telepon 8823700 dan 8823800 tersebut langsung bisa ditangani dengan cepat dan baik. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bahkan beberapa waktu lalu, kamera CCTV sempat merekam tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor. Berkat rekaman kamera CCTV, pelaku pencuri sepeda motor tersebut dapat ditangkap dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepala Badan Kesbangpolinmas kabupaten Sragen Wangsit Sukono, S.Sos, MM, selaku koordinator Crisis Center mengharapkan agar dua nomor telepon tersebut diakses masyarakat dengan baik dan penuh tanggung jawab, jangan digunakan untuk sekedar iseng saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-7222904907612006751?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/7222904907612006751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/sragen-selamat-malam-pak-mohon-segera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7222904907612006751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/7222904907612006751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/sragen-selamat-malam-pak-mohon-segera.html' title='CRISIS CENTER, PERTOLONGAN CEPAT KEJADIAN DARURAT'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6175378989835862950.post-8287835551827278407</id><published>2009-09-29T11:28:00.002-07:00</published><updated>2009-09-29T11:37:22.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>MORISTA, Si Anggun Yang Lagi Naik Daun</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SRAGEN&lt;/B&gt; - Di kalangan warga Kabupaten Sragen dan sekitarnya, siapa yang tak kenal dengan penyanyi yang satu ini. Morista, begitu orang mengenalnya. Seorang penyanyi asli Sragen serba bisa, yang mahir menyanyikan berbagai jenis lagu. Morista sering tampil diberbagai acara seperti hajatan/orang punya kerja, panggung hiburan terbuka,  peringatan hari-hari besar, serta acara-acara lain baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ditemui dirumahnya  di Dedegan, Kelurahan Pelemgadung Kecamatan Karangmalang Sragen, ibu satu anak ini menceritakan bahwa bakatnya  dibidang seni suara memang sudah dimilikinya sejak  masih kecil. Sewaktu masih duduk di bangku SD, wanita bertubuh langsing ini sangat menyenangi lagu-lagu dangdut. Menginjak dewasa sewaktu duduk dibangku SMP, kesenangannya dalam mengolah suara disalurkan dengan mengikuti berbagai lomba menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lepas dari bangku SMP, suara emasnya mulai dilirik oleh  group campur sari Barokah asal Banaran, Sambungmacan. Nah sejak itulah karirnya mulai melejit bak roket yang sedang membelah angkasa. Lagu pertama yang ia nyanyikan sewaktu resmi menjadi penyanyi campur sari  adalah lagu yang berjudul “Kangen” karya  Manthos&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Belajar Secara Otodidak&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam olah seni suara penyanyi asli Sragen kelahiran  28 tahun silam ini mengaku belajar secara otodidak. Dia tidak pernah belajar secara khusus kepada seorang guru. Bakat yang dimilikinya  sejak lahir telah menghantarkannya menjadi seorang penyanyi yang terkenal seperti saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Meski demikian ia mempunyai tokoh idola seorang penyanyi yang mengispirasikan dan memotivasinya hingga menjadi seorang penyanyi. Tokoh idolanya tersebut tidak lain adalah Waljinah dan Hetty Koes Endang. “Dari kedua penyanyi inilah saya belajar menyanyi meski tidak secara langsung,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Berbagai Jenis Lagu&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Meski sewaktu kecil dulu hanya lagu dangdut yang ia sukai, namun ketika terjun di dunia olah suara dirinya dihadapkan pada kenyataan bahwa pengemarnya tidak hanya dari kalangan penyuka lagu dangdut saja. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Alhasil ia pun harus belajar berbagai jenis lagu. Dari situlah terbukti bahwa bakatnya menyanyi tidak hanya terbatas pada lagu dangdut. Bahkan untuk mempelajari berbagai jenis lagu dirinya tidak menemui kesulitan. Menurut Morista, berbagai jenis lagu yang ia bawakan cengkoknya tak terlalu jauh dari lagu-lagu dangdut, misalnya lagu pop yang didangdutkan, lagu campursari, keroncong dan langgam jawa. “Cengkoknya tak terlalu jauh dari lagu dangdut, hampir mirip-mirip, yang paling penting saya tetap menggunakan suara tenggorokan” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menurut Moris, sewaktu manggung dirinya harus dapat memenuhi permintaan berbagai lagu dari para penontonnya. Yang paling banyak adalah penonton kawula muda. “Biasanya para kawula muda lebih banyak meminta untuk dinyanyikan lagu-lagu pop yang didangdutkan” ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Harus Hafal Banyak Lagu&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Morista mengakui selama ini, ia  merasa tidak kesulitan dalam memenuhi permintaan lagu dari para penontonya. Modalnya adalah  memang harus hafal berbagai jenis lagu. “Bila diminta menyanyikan sebuah lagu dan saya tidak hafal kan malu, jadi saya harus menghafalkan banyak lagu, terutama lagu-lagu yang lagi in ” jelasnya. Untuk itu, ia tidak pernah ketinggalan  membeli CD lagu-lagu terbaru, untuk menghafalkan lagu-lagu terbaru yang banyak digemari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Popularitas Morista sebagai penyanyi serba bisa  ternyata  tidak hanya dikenal  di wilayah Sragen dan sekitarnya saja. Undangan untuk menyanyi banyak juga datang  dari luar pulau Jawa. Yang paling sering adalah undangan dari masyarakat yang tinggal di Balikpapan dan Samarinda. Orang di luar Pulau Jawa yang mengundang Morista biasanya  adalah orang-orang yang berasal dari Jawa yang sudah lama menetap disana. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagi Morista job manggung  tidak saja datang dari masyarakt umum yang punya hajad. Namun sering kali I diundang untuk menyanyi di acara-acara resmi yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Sragen. Bahkan sering pula diundang dalam acara resmi yang dihadiri oleh Pejabat tinggi Negara, seperti Menteri atau bahkan Presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Banjir Order&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pada bulan-bulan tertentu seringkali ia kebanjiran order yang menyebabkan banyak undangan menyanyi yang bersamaan. Biasanya pada bulan-bulan yang dipercaya masyarakat sebagai bulan baik, ia sering kebanjiran order. Dalam satu hari seringkali penyanyi bertubuh mungil ini  harus manggung sebanyak empat kali di tempat yang berbeda Dengan padatnya jadual menyanyi tersebut, apakah tidak merepotkan ?  “Tidak, habis sudah terbiasa, bahkan  kami tidak mempunyai asisten khusus, semuanya kami bawa sendiri, seperti pakaian alat-alat kosmetik dan lain sebagianya, puji syukur selama ini berjalan lancar” katanya.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pengalaman mengesankan bagi Moris adalah  sewaktu mendapat undangan di sebuah desa di  pelosok wilayah Kabupaten Boyolali. Waktu itu perjalanannya sangat jauh, hujan dan gelap. Di tengah jalan yang sepi kedua ban mobilnya gembos, Padahal acara segera dimulai. Untuk menepati waktu, terpaksa  ia harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kali ditengah hujan dan jalanan yang sangat becek, jauh pula. “ Kejadian itu  tak pernah  saya  lupakan “ kenangnya. “ Sedang yang paling memuaskan ketika manggung adalah ketika  dapat memenuhi semua permintaan lagu dari penonton” tambahnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Minum Air Putih&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ada satu tips sehingga Morista memiliki  banyak penggemar. “ Resepnya adalah , jangan kecewakan mereka, tepati  jadwal menyanyi sesuai undangan, jangan sampai terlambat” akunya. Menurut Moris ia selalu menepati setiap undangan menyanyi serta berusaha datang lebih awal dari waktu yang telah disepakati, sehingga selama ini belum pernah mendapat complain dari masyarakat atau penggemarnya yang kecewa, karena terlambat atau tidak tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Terkait kiat agar selalu tampil prima, Moris mengaku tidak punya resep khusus.  “ Saya tak menggantungkan pada suatu ramuan khusus untuk menjaga kualitas suara dan penampilan, hanya banyak minum air putih, itu resep saya” jelasnya. Bila  kondisi badan kurang fit, ia hanya mengkonsumsi kencur dicampur garam dan jeruk nispis saja. &lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lantas bagaimana bila pas kondisinya tidak sehat atau sakit flu namun ada jadwal  menyanyi yang harus ditepati.  “Pernah juga, sewaktu saya sakit flu dan harus manggung, ketika itu  saya tawarkan kembali kepada pengundangnya bahwa saat itu  saya terserang  flu apakah mau bila suaranya tidak seperti biasanya, ternyata mereka juga tidak mempersoalkan dan saya tetap menyanyi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Telorkan 12 Album&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Meskipun jadwal manggungnya sangat padat, Moris masih menyempatkan diri untuk membuat album. Selama berkarir sebagai penyanyi, ia  telah menghasilkan 12 album lagu-lagu, baik lagu-lagu  Campursari maupun lagu-lagu jenis lainnya. Album yang paling laris menurutnya adalah sebuah album lagu yang direkam di Studio Musik "Guna Nada Suara Semarang.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Terkait dengan upaya pelestarian lagu-lagu jawa, Moris menyampaikan pesan kepada para generasi muda agar selalu  ikut nguri-uri budaya jawa. “ Seni budaya adalah peninggalan leluhur kita yang adi luhung, karena itu merupakan kewajiban bagi kita semua, khusunya kalangan generasi muda, untuk melestarikannya, jangan sampai tergeser oleh  budaya asing “  pesannya.&lt;B&gt; (N. Hart – Humas)&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6175378989835862950-8287835551827278407?l=www.infosukowati.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.infosukowati.co.cc/feeds/8287835551827278407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/sragen-di-kalangan-warga-kabupaten_6831.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/8287835551827278407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6175378989835862950/posts/default/8287835551827278407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.infosukowati.co.cc/2009/09/sragen-di-kalangan-warga-kabupaten_6831.html' title='MORISTA, Si Anggun Yang Lagi Naik Daun'/><author><name>Karangmalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02661880439717523019</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
