Terjemahkan

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
« »

Bank Mini SMK Negeri 1 Sragen Dibesarkan dari Seribu Rupiah

Uang seribu rupiah merupakan nilai yang tidak seberapa. Namun bila di kumpulkan dan dikelola secara bersama-sama akan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Contohnya di SMK Negeri 1 Sragen. Disini sejak awal tahun delapan puluhan silam telah didirikan sebuah bank mini.
Saat memasuki ruangan Bank Mini yang terdapat dilingkungan SMK Negeri 1 Sragen seolah olah berada dilingkungan kantor Bank yang sesungguhnya. Disana seseorang dapat menyimpan ataupun mengambil uang, bahkan meminjam uang layaknya sebuah bank yang sesungguhnya. Disebut bank mini karena bank ini memang berukuran mini dan dikelola oleh para siswa di SMKN 1 Sragen ini sendiri.

Suwarto,BA, Koordinator bank mini SMK Negeri 1 Sragen, saat ditemui menjelaskan, bank mini yang didirikan awal tahun delapan puluhan silam ini digunakan sebagai tempat praktek siswa SMK Negeri 1 Jurusan Akuntansi. Setiap harinya, empat orang siswa dari empat kelas di jurusan Akuntansi, secara bergantian bertugas di bank mini ini.
Modal usaha bank mini berasal dari para siswa dan bantuan modal pihak sekolah. Para siswa yang telah tercatat sebagai nasabah di bank mini ini diperbolehkan mengajukan pinjaman. Namun pinjaman di atas Rp. 500.000 harus mengunakan jaminan pernyataan dari orang tua siswa. Suku bunga yang dikenakan sebesar 2 % per bulan untuk jenis pinjaman dan 0,75 % untuk jenis tabungan.
Uniknya, tutup buku dan buka bukunya tidak diakhir dan di awal tahun. Namun pada akhir Juni dan pada awal Juli. Hal ini disesuaikan dengan awal tahun ajaran baru. Siswa baru yang diterima di sekolah ini diwajibkan untuk menabung di bank mini ini. Seribu rupiah perbulan yang wajib dibayarkan di awal tahun ajaran baru dirasa tidak akan memberatkan para siswa.
Dari uang yang tidak seberapa tersebut, hingga saat ini jumlah modal yang dimiliki oleh bank mini ini sebesar Rp. 29 juta. Sementara uang yang beredar di debitur sebanyak Rp. 27 juta. Suwarto berharap, dengan dilibatkannya siswa dalam pengelolaan bank mini, diharapkan dapat memberikan bekal motivasi maupun keahlian siawa dalam pengelolaan uang dan ketrampilan perbankkan. “Setelah lulus kami harapkan siswa mempunyai bekal yang cukup mengenai cara yang baik dalam mengelola keuangan dan sedikit ilmu perbankan” Jelas Suwarto.

Baca Selengkapnya...

Sragen menerima Augerah Sikompak 2010

              JAKARTA - Setelah beberapa waktu lalu menerima penghargaan Paramadina Award, kali ini Kabupaten Sragen kembali menorehkan prestasi. Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen terpilih sebagai penerima Anugerah Sikompak 2010.


              Anugerah Sikompak merupakan penghargaan tertinggi Pemerintah RI kepada insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi dan mempunyai kinerja terbaik dalam memfasilitasi masyarakat.

              Anugerah Sikompak 2010 yang pertama kali diterima ini, diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan diterima oleh Ketua UPK Kecamatan Kalijambe, Adi Penawan, SE, bertempat di Puri Agung Hall Hotel Sahid Jaya Jakarta, 24 Maret 2010. Pada kesempatan yang sama, Bupati Sragen H.Untung Wiyono juga menerima Penghargaan Tertinggi sebagai Pembina UPK Terbaik tingkat Nasional. Penyerahan penghargaan disaksikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri oleh seluruh Gubernur, Bupati dan Ketua DPRD se-Indonesia.

              Penganugerahan penghargaan ini dimulai dengan proses penilaian langsung kepada UPK Kalijambe Kab.Sragen yang dilakukan pada awal bulan Maret 2010 ini oleh Tim Penilai Anugerah Sikompak 2010. Ada enam kriteria yang menjadi dasar penilaian, yakni, Pertama, Pengelolaan dana bergulir. Kedua Tingkat pasrtisipasi masyarakat. Ketiga kegiatan pemberdayaan Masyarakat. Keempat, managemen UPK. Kelima, pelestarian program dan keenam, sarana dan prasarana kantor UPK.

              Dijelaskan oleh kepala Badan KB dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Drs. Sarwaka MM, yang ikut mendampingi Bupati Sragen Sragen pada acara tersebut, UPK Kalijambe terbukti mampu mengelola dana dari PNPM Mandiri dengan baik. Dana yang dikelola oleh IPK Kalijambe yang diterima sejak tahun 2003 lalu tersebut mampu untuk menggerakkan unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa. Unit-unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa tersebut antara lain bergerak dibidang percetakan, pertukangan / mebeler, konveksi, pertanian dan lain sebagainya. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membantu kegiatan sosial, yakni bantuan kepada korban bencana alam, bantuan kepada masyarakat miskin, bantuan kepada ibu hamil dan sebagainya.

              Selain Kabupaten Sragen, ada dua kabupaten lainnya yang menerima penghargaan. Diantaranya, Kabupaten Bantul, menerima penghargaan terbaik sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai Tim Pengelola dan Pemelihara Prasarana (TP3). (N.Hartono– Humas)

Baca Selengkapnya...

TAMPIL UNGGUL DENGAN PERBANYAK SMK

              SRAGEN - Dunia pendidikan menorehkan tinta emas dalam lembaran Refleksi tahun 2009 di Kabupaten Sragen. Diresmikannya Tekhnopark Ganesha Sukowati oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir Juni lalu, sekolah internasional dan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tiap kecamatan, menjadi catatan membanggakan. Pemkab serius menggarap produk-produk yang mengarah pada pengingkatan kualitas sumberdaya manusia, karena hal ini adalah bekal menghadapi kompetisi global.


              Pemerintah Kabupaten Sragen telah menetapkan tiga Bidang yang menjadi Fokus Pembangunan Daerah yakni Bidang Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan. Pendekatan dalam Bidang Pendidikan, Pemkab Sragen berupaya meningkatkan kualitas pendidikan formal dan pendidikan non formal (ketrampilan) agar dapat mendorong terciptanya peluang kerja. Ketiga bidang tersebut saling mempengaruhi dan saling mendukung, dengan catatan tidak berarti mengesampingkan bidang lainnya.

              Di prioritaskannya Bidang Pendidikan merupakan keseriusan Pemkab Sragen dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas dan memiliki daya saing. Untuk itu dalam kurikulum pendidikan di Kabupaten Sragen, seluruh siswa dibekali berbagai ketrampilan Life Skill, kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan mengoperasikan komputer, pelajaran bela negara dan pelajaran budi pekerti. Harapannya, setelah mereka lulus, akan menjadi manusia yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memiliki budi pekerti yang baik.

              Keseriusan Pemkab Sragen dalam memajukan bidang pendidikan juga diwujudkan dengan didirikannya Sekolah Menengah Kejuruan di setiap kecamatan diseluruh Kabupaten Sragen. Hingga saat ini dikabupaten Sragen setidaknya telah berdiri 72 SMK dan MA, jumlah yang banyak untuk setingkat daerah kabupaten. Maka tak mengherankan bila siswa SMK memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan siswa SMA, siswa SMK memiliki jumlah yang jauh lebih besar, yakni 10.687 banding 18.008.

Membentuk SDM Unggul dan Berkualitas


              Yang dimaksud SDM berkualitas adalah SDM yang menguasai IPTEK, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan sehat jasmani dan rohani dan memiliki etos kerja tinggi, sehat, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Karena itu Kabupaten Sragen berupaya keras untuk mewujudkan rakyat yang unggul, produktif, dan sejahtera lahir batin. Upaya tersebut tidak lain adalah merupakan upaya yang sangat tepat oleh karena di dalamnya terkandung unsur-unsur responsif terkait situasi kondisi dan kebutuhan Sragen, bijak terkait dengan ketepatan pilihan upaya, dan pintar terkait dengan tingkat pemahaman persoalan dan pilihan upaya pengatasan.

              Melalui grand strategi Membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing seperti tersebut diatas dapat dijabarkan dengan upaya-upaya sbb :

a. Setiap anak usia sekolah menyelesaikan pendidikan minimal SMA atau sederajat.

b. Lulusan SMA atau sederajat mampu berbahasa inggris, computer, berwirausaha dan berbudi pekerti luhur

c. Setiap lulusan sentra pelatihan industri dan sentra produksi memiliki keahlian khusus, bersertifikasi dan siap kerja

d. Setiap aparatur kompeten dalam penyelenggaraan kepemerintahan berbasis kinerja

e. Masyarakat usia produktif menjadi profesional atau wirausaha sesuai keahliannya

f. Setiap masyarakat menghargai kemajemukan, berperilaku santun dan mengamalkan nilai religius.


Sekolah Internasional


              Sedangkan untuk meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, pemerintah Kabupaten sragen telah mendirikan TK/SD bertaraf internasional, perintisan sekolah bertaraf internasional. Saat ini di kabupaten Sragen telah berdiri dua buah sekolah bertaraf internasional , yaitu : SBI Kroya dan SMP serta SMA Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) di kecamatan Gemolong. Pembangunan SBBS tersebut merupakan kerja sama pemkab. Sragen dengan Pasiad Turki.

              SMP & SMA Negeri SBBS (Sragen Bilingual Boarding School) adalah sekolah unggulan bertaraf Internasional yang didirikan atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sragen dengan Asosiasi PASIAD – TURKI. PASIAD – TURKI (Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association) adalah suatu lembaga yang telah berpengalaman di dunia Pendidikan dengan kesuksesannya di berbagai sekolah di seluruh dunia terutama di negara – negara Asia – Pasifik dan beberapa di Amerika, Eropa dan Australia. Dengan perpaduan sistem pendidikan negeri setempat, sekolah – sekolah kerjasama PASIAD menduduki ranking teratas dengan memenangkan Olimpiade - olimpiade Internasional di bidang Sains, Matematika dan Lingkungan.

              Dengan membangun sekolah internasional tersebut Pemerintah Kabupaten Sragen sesuai visi Sragen Smart Regency telah meletakkan fondasi pembangunan menuju Indonesia baru dengan melalui pendidikan yang berwawasan internasional dan berahlak mulia untuk generasi bangsa dari berbagai etnis, ras dan agama.

Bangun Pondasi Moral


              Sejak menjadi orang nomor satu di Pemkab. Sragen, Bupati H. Untung Wiyono telah menegaskan pentingnya pendidikan bela negara bagi generasi muda. Bupati menceritakan bagaimana bangsa lain berusaha memecah belah Indonesia sejak jaman penjajahan. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang besar karena Indonesia memiliki potensi untuk itu dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.

              Pendidikan diberikan sejak dini kepada pelajar karena mereka adalah harapan masa depan bangsa kita. Dengan bekal pendidikan bela negara akan menimbulkan rasa cinta bangsa dan negara sehingga ketahanan nasional akan tangguh. Dengan modal itu akan menjadikan kita sebagai Bangsa yang memiliki ketahanan nasional tangguh sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain.(N.Hart)

Baca Selengkapnya...

INOVASI DAN KREATIVITAS PEMKAB SRAGEN DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERDAGANGAN

              SRAGEN - Pemerintah kabupaten Sragen telah menerapkan tiga pilar penting dalam pembangunan kabupaten ini, yakni di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga pilar tersebut sangat mempengaruhi satu sama lainnya. Selain itu, masing-masing sektor tersebut menunjang terciptanya kesejahteraan masyarakat Sragen. Seperti di bidang ekonomi, pemerintah kabupaten (pemkab) Sragen telah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program - programnya.


              Dibidang perdagangan berbagai inovasi juga telah dilakukan pemkab. Sragen diantaranya dengan melakukan ekspor beras ke Timur Tengah. Pelepasan ekspor perdana beras ke Timur Tengah dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2009 lalu oleh Bupati Untung wiyono yang disaksikan jajaran satker terkait.

              Dalam ekspor perdana tersebut sebanyak 42 ton beras premium broken 5% jenis IR 64 produk Sragen diekspor ke Qatar dan Abu Dhabi. Dua container beras kualitas tinggi itu merupakan hasil produksi pertanian kabupaten Sragen. Keberhasilan menembus pangsa eksport ke timur Tengah tersebut tak lepas dari inovasi dan kreatifitas yang di laksanakan Sragen Trading (Gentrade). Pemerintah Kabupaten Sragen saat ini telah mengembangkan potensi perdagangan untuk mengahadapi kompetisi di pasar global. Semua barang yang diekspor haruslah lolos quality control dengan cermat, serta tidak boleh cacat sedikitpun.

              ”Gentrade harus selalu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi perdagangan di Sragen. Langkah-langkah strategis harus diambil, untuk menghadapi kompetisi di pasar global. Semua barang yang diekspor harus lolos quality control dengan cermat, tidak boleh ada cacat sedikitpun, karena akibatnya bisa fatal. Sragen harus menjaga produknya, sesuai standart mutu yang telah ditetapkan” kata Bupati Sragen, H. Untung Wiyono .

              Selain itu, di tahun yang sama pemkab Sragen kembali membuat terobosan. Beras petani di Sragen sudah siap untuk go internasional atau diekspor. Kuota ekspor yang diminta tidak main-main, yakni kira-kira mencapai 11.000 ton, yang terdiri dari 1.000 ton beras organik, 2.000 ton beras mentik wangi dan 8 .000 ton beras IR 64 kualitas super. “Kuota yang kami minta ke Bulog sebesar 11.000 ton karena ekspor beras harus satu pintu lewat Bulog”, ungkap Staf khusus Bupati Sragen bidang pengembangan ekonomi dan UKM, Musdiman, SE, MM.

              Musdiman menambahkan untuk beras organic, buyer yang sudah pasti adalah Jepang, sementara untuk beras super lainnya direncanakan akan diekspor ke Malaysia. Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Sragen Ir. A. Haryoto WA, MM. Menurut Ir. Haryoto kualitas beras Sragen sudah masuk standar internasional dan siap untuk diekspor. Bahkan untuk beras organik, kini sudah mendapatkan sertifikat organik dari balai sertifikasi yang ditunjuk Departemen Pertanian dan Sucofindo.

              Program go organic yang telah dicanangkan Bupati Sragen sejak tahun 2001, kini telah menuai hasil. Beras organik Sragen sudah dilirik olehpara buyer asing, Pada saat kabupaten lain belum mencanangkan program tersebut, bisa dikatakan Sragenlah yang pertama kali mengibarkan bendera beras organik,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Drs. Suharyamto,MM. Sentra padi organik Kabupaten Sragen adalah di Kecamatan Tanon, Sidoharjo, Gondang, Sambirejo, Masaran, Karang malang dan Sambirejo.

              Sementara, tahun ini atas kreativitas dan inovasi Bupati Sragen, pemerintah Kabupaten Sragen telah melakukan satu lagi langkah jeli untuk menjalankan bisnis perdagangan di pasar global, yakni mengkaji pembuatan rice oil dengan Jepang. Di Jepang, minyak goreng yang terbuat dari kulit beras ini sangat laku dijual karena minyak ini tidak mengandung kolesterol. Awal tahun inipun, masyarakat di kaupaten Sragen dianjurkan untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian dalam menjadikan produk lokal sebagai sarana untuk bangkit dan mencapai kemakmuran .

              Seperti yang diutarakan oleh Bupati Sragen, H.Untung Wiyono saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Hallo Wargaku di RRI Surakarta. “Yang penting adalah komitmen bersama untuk lebih peduli memakai, menggunakan dan memproduksi barang yang berbahan dari produk lokal. Tekad untuk menggunakan produk lokal harus dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusianya. Yang penting adalah optimisme untuk merobah pola pikir, dari gaya hidup santai menjadi seorang entrepeneur yang mempunyai kegigihan didalam mencapai taraf hidup yang lebih baik” jelas Bupati Sragen, H. Untung Wiyono.

              Seluruh masyarakat di kabupaten Sragen haruslah peduli dan mau menggunakan produk lokal yang akan membantu pertumbuhan home industri atau usaha kecil dan menengah yang bergerak dibidang produksi produk-produk lokal. Kabupaten Sragen sesungguhnya mempunyai sumber daya alam yang bisa diolah menjadi produk unggulan yang bisa menembus pasar dunia, misalnya beras organik, usaha kecil yang bergerak dalam produksi batik, dll.. Pemerintah pusat telah memberikan peluang untuk mengeksport beras organik. Kesempatan ini, menurut Bupati harus digunakan sebasar-besarnya untuk mendorong peningkatkan kesejahteraan petani. Begitu juga dengan produksi batik di Kabupaten Sragen. Jumlah pengrajin selalu meningkat setiap tahunnya. Itu berarti terjadi penyerapan tenaga kerja di sektor usaha batik secara besar-besaran. Hal ini merupakan salah satu dampak dari gencarnya kampanye penggunakan produk lokal oleh pemkab Sragen. Hal tersebut merupakan salah satu bukti kecil bahwa kepedulian untuk memakai produk lokal akan dapat menguatkan ekonomi lokal. (dyah)

Baca Selengkapnya...

 

Pembangunan

Teknologi